Kolom

Indonesia, Pancasila Atau Khilafah?

2 Mins read
Pancasila Vs Khilafah Indonesia, Pancasila Atau Khilafah? Indonesia, Pancasila Atau Khilafah? Khilafah vs Pancasila
Pancasila
  • Pancasila dan khilafah dua kata yang sangat berbeda arti dan isinya.

Pancasila adalah ideologi yang digunakan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sesuai dengan kehidupan dan pola fikir masyarakat Indonesia, dan menjadi pemersatu bangsa atas perbedaan-perbedaannya hingga saat ini.

Sedangkan, Khilafah adalah sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Melihat bahwa Indonesia adalah negara yang mempunyai bermacam-macam agama, ras, suku, budaya, tradisi, bahasa, dan pola fikir masyarakatnya yang berbeda-beda. Maka ideologi apa yang seharusnya ada di Negara Indonesia? Jawabanya adalah Pancasila. Karena Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa yang tidak diragukan lagi. Sudah puluhan tahun Pancasila menemani hidup bangsa Indonesia. Sampai saat ini pula, Indonesia tetap memegang teguh prinsipnya. Tetapi akhir-akhir ini Pancasila terancam keberadaannya oleh sekelompok golongan yang ingin menggantikan Pancasila dengan khilafah.

Organisasi di Indonesia yang menganut sistem khilafah salah satunya adalah Hizbut Tahrir Indonesia atau yang sering kita kenal “HTI”. HTI di sini adalah organisasi politik yang menganggap “ideologinya sebagai ideologi Islam”, yang tujuannya membentuk khilafah atau organisasi pro khilafah, dan berusaha merubah ideologi yang sudah berjalan yaitu Pancasila.

Boleh saja HTI berdiri di Indonesia asalkan harus sesuai dengan ketentuan dan peraturan-peraturan yang ada di Indonesia. Tetapi pada kenyataannya, HTI berpaham khilafah justru ingin mengubah ideologi Pancasila dengan khilafahnya sendiri, tanpa melihat keadaan negara Indonesia yang bermacam-macam agamanya dan saat ini Indonesia sudah tentram dengan Pancasila.  

Tujuan terbentuknya berdirinya khilafah yaitu berarti mengajak masyarakat yang tadinya bukan beragama Islam untuk masuk Islam. Dan mengajak umat Islam agar kembali hidup secara Islami di negara Islam dan di dalam lingkungan masyarakat Islam. Tujuan ini berarti pula menjadikan seluruh aktivitas kehidupan diatur sesuai dengan hukum-hukum syariat, serta menjadikan seluruh pandangan hidup dilandaskan pada standar halal dan haram di bawah naungan dawlah Islam.

Bagaimana jadinya jika Khilafah berdiri dan HTI berkuasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita tidak bisa membayangkan akan adanya kesewenang-wenangan mereka kepada saudara kita. Mungkin akan ada perang saudara karena perbedaan paham dan menghilangkan agama lainnya. Bisa juga nantinya akan ada penghapusan adat, suku, budaya, dan tradisi, di Indonesia demi berdirinya Negara yang ber ideologi khilafah.

Banyak negara yang melarang keras keberadaan organisasi Hiizbut Tahrir karena pahamnya yang tidak sesuai dengan negara tersebut. Bahkan hampir semua negara Timur Tengah yang dominasi masyarakatnya orang Islam melarang keberadaan Hizbut Tahrir ini. Maka dari itu, Indonesia juga melarang keberadaan organisasi ini. Tidak semua umat muslim dunia, bahkan Indonesia menginginkan sistem dari khilafah Karena tidak adanya kebebasan Hak untuk beragama.

Dengan demikian, dari penjelasan di atas ideologi Pancasila yang cocok untuk Indonesia. Selain sudah puluhan tahun menemani Indonesia, Pancasila juga sangat sesuai dengan kehidupan rakyat Indonesia saat ini. Maka dari itu, mari kita semua berperan dalam menolak paham-paham khilafah di dunia, khususnya di Indonesia. Indonesia akan aman jika masyarakatnya bisa menerima perbedaan dan memegang teguh Pancasila. Kedamaian milik kita semua rakyat Indonesia. Kita Pancasila menolak khilafah.

Related posts
Kolom

Demokrat Sudah Menjadi Partai Dinasti Bukan Demokrasi

Peralihan kekuasaan, posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) dari orang tua ke anak, menjadikan organisasi tersebut dicap sebagai partai dinasti. Pada umumnya di negeri ini, partai-partai menganut sistem demokrasi. Namun, apa yang dilakukan PD telah melukai sistem demokrasi partai. Awalnya hal itu terjadi, karena dipilihnya secara aklamasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kongres ke-V PD tanggal 15 Maret 2020. Maka itu, terlihat sekali bahwa PD sudah menjadi partai dinasti, bukan lagi demokrasi.
KolomNasihat

Diskursif Agama dan Negara Kontemporer

Gelombang populisme Islam menguat sejak kran reformasi dibuka. Berbagai arus aliran Islam transnasional masuk dan menginfiltrasi kaum Muslim Indonesia. Negara penganut Islam…
BeritaKolom

Zuhairi Misrawi, Jubir Arab Saudi

Tersebar berita, bahwa Kiai Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab…