Kolom

Vaksin Covid-19 Membangkitkan Harapan

2 Mins read
Vaksin Covid-19 Membangkitkan Harapan vaksinsah

Presiden Joko Widodo mengabarkan tentang keberadaan vaksin di Indonesia telah tiba. Dalam pengumumannya diwartakan, bahwa pemerintah sudah menerima 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac perusahaan biofarmasi asal China yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta (6/12). Ini kabar baik bagi Indonesia dalam membangkitkan harapan masyarakat untuk memulihkan situasi yang sempat melemah akibat wabah Covid-19.

Sejak merebaknya Covid-19 pada bulan Maret, pemerintah memutuskan untuk melakukan lockdown. Institusi pendidikan beralih melakukan pembelajaran daring, sedangkan beberapa perusahaan memilih mengurangi para pekerja, bahkan ada yang menutup total hingga para pekerja terpaksa mengalami PHK. Segala aktivitas padat dibatasi untuk mengurangi penularan virus Covid-19 yang tengah melanda dan berimplikasi menelan banyak korban terdampar sakit, terlebih merenggut nyawa. Perjalanan panjang selama pandemi kini sungguh penuh dengan dramatis.

Situasi genting tersebut menitikberatkan perhatian pemerintah untuk segera mengentaskan masyarakat Indonesia dari wabah Covid-19. Upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak, pemerintah memprogramkan berbagai bantuan, seperti bantuan sembako dan sosial tunai, BLT dana desa, listrik gratis, kartu parkerja, dan sebagainya. Bantuan berupa logistik ini, meski jumlahnya tidak sebesar penghasilan normal pada umumnya. Kiranya dapat menjadi sedikit harapan agar tetap optimis menghadapi wabah yang akan segera berlalu lantaran vaksin penangkal Covid-19 sementara ini masih ditangguhkan.

Namun dapat dipastikan dalam waktu dekat di Januari 2021, dosis vaksin Covid-19 sudah mulai diluncurkan kendati tidak dibagikan secara serentak pada masyarakat. Sebab dosis vaksin masih terbatas jumlahnya dan membutuhkan waktu untuk melewati uji klinis ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), demi keamanan vaksin saat vaksinasi nanti diselenggarakan.

Kuantitas dosis vaksin terus diupayakan. Presiden Joko Widodo menerangkan dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, terhitung sejak Desember ini pemasukan mencapai 15 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi, tetapi jumlah yang dibagikan awal januari 2021 hanya 1,8 juta dosis vaksin. Di sisi lain, pada Januari 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang diproses terlebih lebih lanjut oleh biofarma.

Adapun sejumlah negara dalam waktu dekat ini akan melakukan vaksinasi vaksin Covid-19, mengutip harian Kompas.com (23/11) tercatat Amerika Serikat akan memulai pada 11 atau 12 Desember 2020. Jerman pada pertengahan Desember, menurut Kementrian Kesehatan Jens Sephan. Spanyol, kata Perdana Menteri Pedro Sanchez dilaksanakan pada awal Januari 2021. Terakhir Inggris, yang secara resmi meminta pada regulator medisnya MHRA, bila disetujui vaksin akan tersedia pada akhir 2020. Begitu juga Indonesia termasuk negara yang relatif melakukan vaksinasi dalam waktu dekat pada Januari mendatang.

Vaksin akan terus diproduksi sampai masyarakat Indonesia seluruhnya tidak ada yang terlewatkan untuk mendapat vaksin. Sementara pengadaan vaksin disuplai oleh Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN menurut keputusan Menteri Kesehatan N0. 9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksinasi Covid-19. Sementara keenam jenis vaksin yang ditetapkan Menteri kesehatan di antaranya diproduksi oleh, PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Kabar baik yang disiarkan Presiden Joko Widodo menjadi secercah harapan baru. Oleh karena itu, sembari menunggu vaksin dibagikan Presiden berpesan supaya masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan cara 3M, yakni, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak tetap menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Keberadaan vaksin bukan saja harapan bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, melainkan seluruh manusia di dunia yang terdampak Covid-19 turut menantikan kehadirannya dalam membantu menstabilkan kembali situasi sempat yang terpuruk selama setahun terakhir ini. Kepercayaan dan kebersediaan masyarakat sangat dibutuhkan upaya membantu memperlancar proses penyelenggaraan vaksinasi untuk segera menyudahi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Related posts
Kolom

Demokrat Sudah Menjadi Partai Dinasti Bukan Demokrasi

Peralihan kekuasaan, posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) dari orang tua ke anak, menjadikan organisasi tersebut dicap sebagai partai dinasti. Pada umumnya di negeri ini, partai-partai menganut sistem demokrasi. Namun, apa yang dilakukan PD telah melukai sistem demokrasi partai. Awalnya hal itu terjadi, karena dipilihnya secara aklamasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kongres ke-V PD tanggal 15 Maret 2020. Maka itu, terlihat sekali bahwa PD sudah menjadi partai dinasti, bukan lagi demokrasi.
KolomNasihat

Diskursif Agama dan Negara Kontemporer

Gelombang populisme Islam menguat sejak kran reformasi dibuka. Berbagai arus aliran Islam transnasional masuk dan menginfiltrasi kaum Muslim Indonesia. Negara penganut Islam…
BeritaKolom

Zuhairi Misrawi, Jubir Arab Saudi

Tersebar berita, bahwa Kiai Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab…