BeritaKolom

Tidak Ada Alasan Meragukan Vaksin

2 Mins read
Vaksin Covid-19  Tidak Ada Alasan Meragukan Vaksin Vaksin Covid 19

Dalam akun Twitter resmi Presiden Joko Widodo dinarasikan (16/12), pemerintah telah mengupayakan menggratiskan vaksin. Tidak ada alasan bagi masyarakat tidak mendapat vaksin. Begitu pun jaminan keamanan vaksin telah teruji, sehingga Presiden Joko Widodo memberanikan diri untuk menjadi yang pertama menerima vaksin. Demikian masyarakat mesti kooperatif untuk tidak menyebarkan hoaks atau kekhawatiran yang berlebihan di media sosial terhadap kesimpangsiuran informasi vaksin.

Berdasarkan pernyataan dari pemerintah, dapat ditemukan beberapa hal mengapa keberadaan vaksin tidak diragukan. Pertama, vaksin merupakan obat paling efektif dalam menangkal virus. Kendati virus tidak dapat menghilang, tetapi keberadaannya bisa dicegah melalui vaksinasi. Terbukti virus cacar mematikan yang pernah mewabah pada 1700-an di Inggris. Oleh Edward Jenner seorang dokter yang bekerja di kota Berkeley, London, diciptakannya sebuah vaksin pertama yang berpotensi sebagai obat penemuan baru dan menyelamatkan banyak nyawa.  

Melalui jasanya ini, jika terjadi wabah virus yang melanda, maka para ilmuwan langsung berinisiatif untuk membuat vaksin upaya menangkal penyebaran virus dan menambah kekebalan tubuh. Demikian pemerintah juga tengah gencar mengupayakan vaksin agar virus Covid-19 bisa dikendalikan dan kehidupan bisa kembali berkegiatan dengan normal.

Selain itu, Twitter pada Kamis (17/12) mengumumkan secara resmi “Mulai pekan depan, kami akan memprioritaskan penghapusan konten yang mengandung misinformasi yang membahayakan”. Pernyataan tersebut tentu sebagai bentuk sikap suportif terhadap perhatian di kancah global untuk bekerja sama memerangi konspirasi berita vaksin ilegal yang membahayakan.

Kedua, pemerintah telah menggratiskan vaksin. Mendengar banyaknya keluhan masyarakat lapisan ekonomi menengah ke bawah, harga vaksin kiranya memberatkan mereka untuk ikut serta dalam melakukan vaksinasi, khususnya mereka yang berkeluarga besar. Tentu ini menjadi problem, kecuali pemerintah dan para donatur dengan sukarelawan membantu keterbatasan mereka dalam melakukan vaksinasi.

Harapan ketika vaksin digratiskan, pemerintah tidak memberikan syarat tertentu yang memberatkan rakyatnya. Terlebih penyelenggaraan vaksinasi, teknisinya dapat diagendakan secara tertib dan berkala agar vaksinasi tetap kondusif. Tidak seperti mengantri sembako yang berdesak-desakan.

Ketiga, vaksin teruji ketat keamanannya. Berdasarkan proses evaluasi dijalankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin dapat dipastikan aman dan efektif sebelum diedarkan. Terkait banyaknya merk vaksin apa yang beredar, perlu diketahui dalam Keputusan Kesehatan No. 9860 Tahun 2020 ada enam jenis vaksin corona yang akan digunakan di Indonesia, seperti PT. Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer, Inc and BioNTech, dan Sinova Biotech Ltd.

Dengan ini, mengutip dari media merdeka.com, Juru Bicara Vaksinasi dan Perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. Siti Nadia Tarmizi meminta masyarakat agar tidak pilih-pilih jenis merk vaksin ketika sudah didistribusikan. Sebab semua vaksin telah terjamin oleh pemerintah dari keamanan dan manfaatnya (16/12). Untuk memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakatnya, sebagaimana pernyataan presiden, ia bersedia menjadi orang pertama untuk menerima vaksin.

Jika sekarang masyarakat tidak memercayai pemerintah, lalu kepada siapa lagi hal ini diserahkan? Pemerintah mengupayakan jalinan kerja sama dengan banyak para ahli kesehatan, baik dalam negeri maupun luar negeri, demi kemaslahatan bersama. Pemerintah menyediakan beberapa media informasi yang akurat, baik dari situs resmi kementrian kesehatan RI, maupun kanal sekretariat presiden dan lain sebagainya, untuk mencegah terjadinya misinformasi dalam mengikuti perkembangan berita Covid-19.

Sembari menunggu vaksin siap sedia, protokol kesehatan dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3T (tracing, testing, dan treatment) tetap harus diperhatikan sampai ditentukannya waktu untuk bebas berkegiatan normal. Berdasarkan uji ketat vaksinasi, sudah semestinya hal ini dipercayakan kepada pihak pemerintah yang memiliki otoritas, sehingga masyarakat tidak lagi beralasan untuk meragukan vaksinasi vaksin Covid-19.

Related posts
Kolom

Vaksinasi Lintas Agama, Memperkuat Persatuan Bangsa

Masjid Istiqlal menjadi tempat untuk melakukan vaksinasi para pemuka agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan bukan hanya kepada yang beragama Muslim saja, tetapi untuk semua agama. Aktivitas yang melibatkan tokoh lintas agama ini menjadi salah satu alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pasti, nantinya hal tersebut akan menambah kerukunan warga antar agama. Sebab, para pemuka agama memiliki peran sentral demi meyakinkan masyarakat untuk membuktikan keamanan vaksin, sehingga program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar.
Kolom

Indonesia Sehat Tanpa Hoaks

Angka penyebaran berita bohong atau hoaks masih terus tumbuh dengan pesatnya. Hoaks telah banyak menguasai media-media sosial, meracuni akal sehat pikiran manusia…
BeritaKolom

Edukasi Komunikasi Netizen Indonesia

Hasil laporan tahunan Microsoft tengah menampar netizen Indonesia. Pasalnya, netizen Indonesia dinilai paling tidak sopan se-Asia Tenggara oleh Microsoft dalam laporan yang…