KolomNasihat

Belajar Pancasila dari Ibu

2 Mins read
Belajar Pancasila dari Ibu ilustrasi gambar ucapan selamat hari ibu 22 des

Orang tua, utamanya ibu memiliki peran krusial dalam mendidik anak-anaknya memberikan pembelajaran mengenai nilai-nilai Pancasila. Ibu membimbing buah hati, sejak berada di kandungan, melahirkan, sampai anaknya dewasa. Selain itu, ibu selalu mengajarkan putra-putrinya mengenai perbuatan apa yang baik dan tidak. Semua itu didasari dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.  

Ibu adalah seorang yang sangat dekat dengan anaknya. Ikatan emosional antara anak dan ibu dinilai lebih dekat daripada ikatan anak dengan ayah. Karena ibu lebih sering di rumah, dan ayah lebih sering bekerja di luar rumah untuk keluarga. Artinya, ibu mempunyai kesempatan lebih besar untuk membentuk karakter dan kepribadian anaknya yang sesuai dengan Pancasila. Kedekatan ibu dengan putra-putrinya menjadikan kesempatan penting untuk terus mengasah keahlian anaknya tentang Pancasila.

Dalam kehidupan sehari-hari, ajaran tentang nilai-nilai Pancasila justru didapatkan dari lingkungan keluarga, terutama sosok ibu. Setiap hari dia selalu memberi nasehat untuk anaknya saat masih berkumpul bersama keluarga. Mulai dari menyuruh kita shalat, memperbanyak kawan, selalu memberi, menyuruh kita belajar, berbuat adil, dan lainnya. Hal itu selalu diberikan kepada kita, sampai kita pun hafal dan melakukannya tanpa disuruh lagi. Itu semua merupakan nilai-nilai Pancasila yang mencakup butir dari kelima Pancasila itu sendiri.

Perlu diketahui, Pancasila adalah falsafah dan pedoman hidup bangsa yang diwarisi oleh nilai-nilai luhur nenek moyang kita. Nilai luhur tersebut, kemudian terangkum menjadi Pancasila. Sebagai pondasi dasar dalam kehidupan bermasyarakat, Pancasila telah teruji dan terus tumbuh serta berkembang di tengah-tengah arus peradaban modernisasi dan globalisasi. Sampai saat ini, Pancasila terus bertahan dan membuktikan kepada kita, bahwa Pancasila merupakan solusi bagi semua kehidupan bangsa.

Di satu sisi, dalam lingkungan keluarga, para orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kepada anak sejak usia dini. Menanamkan pengajaran tentang Pancasila merupakan upaya untuk membentuk jati diri dan karakter anak bangsa sebagai warga negara. Setelah itu, kita sebagai pemuda negeri harus memanifestasikannya ke dalam ruang lingkup lingkungan.

Ibu menjadi guru sejati dalam keluarga. Nilai keutamaan orang tua adalah ketika anaknya bisa menerapkan Pancasila ke dalam kehidupannya sehari-hari. Ibu sebagai orang tua dan anak sebagai buah hati harus layaknya sahabat. Karena dengan keakraban anak dan ibu dapat mempermudah interaksi keduanya dalam berdiskusi serta berbicara.

Sedangkan saat ini, ada sejumlah orang tua acuh terhadap anak dalam mendidiknya. Orang tua dan anak sekarang terlihat sibuk masing-masing mengurusi diri sendiri. Hal tersebut terlihat, karena banyaknya anak-anak yang kurang peduli terhadap situasi kehidupan lingkungannya. Olds dan Feldman dalam Sutika (2017:2) menyatakan, bahwa pembentukan anak yang baik berawal dari pola asuh orang tua dalam keluarga, anak-anak hidup dan berpikir untuk saat ini, sehingga ia tidak memikirkan masa lalu yang jauh dan tidak pula masa depan yang tidak diketahuinya.

Maka dari itu, penanaman nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam keluarga, utamanya harus dilakukan melalui kebiasaan. Lalu apa yang harus kita pelajari dan terapkan, mengenai perlakuan ibu yang sesuai dengan Pancasila? Ibu selalu menyuruh kita tepat waktu ketika beribadah ke tempat ibadah. Di sini, penerapan Pancasila telah dilakukan oleh ibu kita. Hal ini sangat berguna bagi kita, karena dari ibu, kita bisa melakukan perbuatan sehingga terbiasa.

Dengan demikian, tugas kita adalah menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Keluarga memiliki posisi sangat strategis dalam membangun karakter bangsa, karena kehidupan yang bermartabat dimulai dari cakupan keluarga. Alhasil, ibu selalu mencontohkan perbuatan baik kepada kita yang sesuai dengan Pancasila. Terima kasih ibu, karena mu, aku mengenal Pancasila sejak dini, sehingga aku dapat mencintai negara dengan hati. Selamat Hari Ibu.

Related posts
Dunia IslamKolomNasihat

Proses Pengharman Minuman Keras dalam Al-Quran

Larangan minum Khamr atau minumam keras merupakan aturan makan minum yang paling terkenal dalam Islam. Sebagian besar Muslim, sangat aware dengan makanan…
Kolom

Penggiat Khilafah Adalah Penghancur Bangsa

Pasca-pembubaran HTI pada Tahun 2017 lalu, penggiat khilafah masih getol mengampanyekan sistem politik khilafahnya. Fakta itu bisa kita perhatikan ketika melihat hashtag…
Kolom

Kampanye Basi Pengusung Khilafah

Walaupun sudah dibubarkan pemerintah, kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) nampaknya belumlah berakhir. Pasalnya penyebaran ideologi dan penyebaran paham sistem khilafah kian terang-terang dengan menggunakan media sosial sebagai motor penggerak.