Berita

FPI Dukung ISIS dan Al-Qaeda, Akhirnya Dilarang

3 Mins read
FPI Dukung ISIS dan Al-Qaeda, Akhirnya Dilarang FPI dilarang

Pemerintah resmi melarang semua kegiatan Front Pembela Islam (FPI). Pemerintah mengatakan FPI kini tidak memiliki legal standing sebagai organisasi masyarakat (ormas). Hal itu disampaikan oleh Menko Polhukam, Mahfud MD di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Dengan demikian, FPI yang pernah mendukung organisasi teroris, yakni Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Al-Qaeda, akhirnya resmi dilarang dan dibubarkan.

Sebagaimana diketahui, sejak tanggal 8 Agustus 2014, Dewan Pimpinan Pusat FPI pernah mengeluarkan maklumat yang isinya mendukung pimpinan Al-Qaeda Ayman Az-Zawahiri dan Muhammad Al-Jaulani. FPI juga mendukung seruan dan nasihat pimpinan ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi untuk berjihad bersatu dan bersaudara dengan segenap Muslim di seluruh dunia untuk melanjutkan jihad di Syria, Iraq, Palestina dan negeri-negeri Islam lainnya.

ISIS dan Al-Qaeda sendiri merupakan organisasi yang terlarang di dunia. Al-Qaeda adalah organisasi teroris yang didirikan oleh Osama bin Laden pada tahun 1988. Al-Qaeda menjadikan Amerika Serikat sebagai musuh utamanya. Kesamaan isu tersebut menjadikan al-Qaeda dapat membangun kerjasama dengan sejumlah kelompok teroris lainnya, seperti Jihad Islami di Mesir dan lain-lain.

Sementara ISIS adalah organisasi teroris yang paling kejam dalam sejarah terorisme, karena mereka tidak lagi menjadikan Amerika Serikat sebagai musuh utama, melainkan rezim yang sah pada setiap negara. Bahkan, mereka menghalalkan pembunuhan yang sangat sadis terhadap siapapun yang tidak setuju kepada mereka. Keduanya, baik ISIS maupun Al-Qaeda memiliki misi yang sama, yaitu penerapan syariat Islam dan tegaknya Khilafah Islamiyyah di dunia.

Jika kita melihat misi ISIS dan Al-Qaeda di atas, maka akan kita temukan benang merahnya dengan visi dan misi FPI. Sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 6 Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI yang menyebutkan, visi dan misi FPI adalah penerapan syariat Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Dalam AD/ART tersebut secara eksplisit disebutkan bahwa, “Visi dan misi organisasi FPI adalah penerapan syariat Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah menurut Manhaj Nubuwwah, melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah, dan pengamalan jihad.”

Dukungan FPI terhadap ISIS juga diperkuat oleh video yang ditayangkan oleh pemerintah saat konferensi pers pelarangan dan pembubaran FPI di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta. Dalam tayangan video tersebut, memuat orasi Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang berisi dukungannya terhadap ISIS. Ia mengatakan, “Apa yang baik dari ISIS kita akui. Cita-cita mulianya menegakkan syariat Islam, hal yang baik. Cita-cita mulianya untuk menegakkan Khilafah Islamiyah hal yang baik,” begitu kata MRS, seperti yang ditampilkan dalam konferensi pers pelarangan FPI.

Karenanya, tidak mengherankan jika FPI secara tegas mendukung ISIS dan Al-Qaeda. Sebab, baik FPI maupun ISIS dan Al-Qaeda memiliki visi dan misi yang sama, yaitu penerapan syariat Islam dan tegak Khilafah Islamiyyah. Karena itu, tak heran pula jika anggota FPI kerap melakukan aktivitas yang melanggar ketertiban dan keamanan yang bertentangan dengan hukum, seperti tindak kekerasan, sweeping sepihak, provokasi, bahkan hingga terorisme.

Dalam hal ini, kita bisa melihat Keputusan Bersama Mendagri, Menkumham, Menteri Komunikasi dan Informatika, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNPT tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam, yang menyebutkan bahwa, pengurus dan/atau anggota FPI maupun yang pernah bergabung dengan FPI, berdasarkan data, sebanyak 35 orang terlibat tindak pidana terorisme dan 29 orang di antaranya telah dijatuhi pidana. Di samping itu, sejumlah 206 orang terlibat berbagai tindak pidana umum lainnya dan 100 orang di antaranya telah dijatuhi pidana.

Dari data tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa FPI kerap terlibat aksi terorisme. Nyatanya, sebanyak 35 orang pengurus dan anggota FPI pernah melakukan tindak pidana terorisme. Bahkan, 29 orang di antaranya telah dijatuhi pidana. Dari sini makin jelas bahwa FPI mendukung ISIS dan Al-Qaeda, karena di antara mereka sama-sama melakukan aksi-aksi terorisme.

Atas dasar itu, kiranya tidak salah jika pemerintah hari ini melarang semua kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI. Salah satu pertimbangannya, karena FPI pernah terlibat aksi kekerasan hingga terorisme. Di samping itu, visi dan misi FPI yang sama dengan ISIS dan Al-Qaeda, yaitu penerapan syariat Islam dan penegakkan Khilafah Islamiyyah, membuat FPI secara ideologi bertolak belakang dengan dasar negara kita, Pancasila. Dengan kata lain, FPI mengkhianati Pancasila sebagai ideologi negara.

Maka dari itu, sudah seharusnya FPI memang dilarang melakukan segala aktivitasnya di negeri ini. Tak ada tempat lagi bagi ormas kerap melakukan pelanggaran hukum, tindak kekerasan, intimidasi, provokasi, bahkan terorisme petantang-petenteng seenaknya sendiri. Langkah pemerintah membubarkan dan melarang kegiatan FPI adalah langkah yang tepat. Karenanya, kita semua wajib mengapresiasi hal tersebut.

Dengan demikian, FPI yang secara eksplisit pernah mendukung ISIS dan Al-Qaeda, akhirnya resmi dilarang dan dibubarkan. Ini adalah kado terindah bagi kita semua menjelang tahun baru. Tak ada lagi ancaman kekerasan, intimidasi, provokasi, dan teror dari FPI. Indonesia jauh akan lebih baik dan damai tanpa FPI.

Related posts
Berita

Zuhairi Misrawi Akan Lindungi WNI di Arab Saudi

Santer terdengar pada akhir-akhir ini, bahwa KH Zuhairi Misrawi atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Gus Mis, mendapatkan tugas baru dari Presiden Jokowi Dodo, yaitu menjadi Duta Besar (Dubes) di Negara Timur Tengah yaitu Arab Saudi. Tentunya, tugas menjadi wakil negara di kota haramain tersebut tidaklah mudah, memerlukan ekstra kerja keras dan juga perhatian khusus terlebih kepada diaspora Indonesia.
Berita

Dukung Wamenag Jadikan Mapel PAI sebagai Instrumen Moderasi Beragama

Kementerian Agama kini terus menggalakkan penguatan moderasi beragama pada tiap layanan keagamaan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid…
BeritaKolom

Zuhairi Misrawi, Jubir Arab Saudi

Tersebar berita, bahwa Kiai Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab…