Berita

Munarman Klaim FPI Baru Dukung NKRI, Percaya?

2 Mins read
Munarman Klaim FPI Baru Dukung NKRI, Percaya? Munarman
Foto: Detik.com

Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyatakan roh pergerakan Front Persaudaraan Indonesia (FPI baru) sebagai reinkarnasi FPI akan lebih menampilkan wajah Islam yang bersaudara. Ia Juga menambahkan, FPI akan berjuang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengatkan, “Visi-misi FPI sejak awal tetap dalam bingkai NKRI dan dasar negara Pancasila,” kata Munarman (18/01/2021).

FPI yang resmi telah dibubarkan dan dilarang oleh pemerintah pada 30 Desember 2020, secara bersamaan juga mendeklarasikan organisasi baru bernama Front Persatuan Islam. Namun, karena kesamaan nama dengan ormas Persatuan Islam (Persis), maka FPI berganti nama lagi menjadi Front Persaudaraan Islam pada 08 Januari 2021. Munarman, sebagai salah satu deklarator menyatakan FPI akan mendukung NKRI dan Pancasila. Pertanyaannya, patutkah kita percaya ucapan Munarman tersebut?

Bila dilihat dari rekam jejaknya, maka sulit bagi kita untuk mempercayai ucapan Munarman saat ini. Pasalnya, Munarman adalah sosok yang penuh kontroversi dan pernah tersandung beberapa kasus pidana. Ia juga merupakan orang yang kerap menyebar kebohongan atau hoaks kepada publik.

Di antara tindakan kontroversinya yaitu insiden penyiraman segelas teh ke muka Sosiolog UI, Tamrin Tamagola. Insiden tersebut terjadi saat tampil dalam acara Live di TV One Pada tanggal 28 Juni 2013. Atas tindakan tersebut, kiranya Munarman bisa kita sebut sebagai sosok emosional yang penuh kontroversi.

Sementara itu, kasus pidana Munarman terjadi saat Insiden Monas. Dalam Insiden Monas 1 Juni 2008, FPI dan Laskar Islam menyerang massa AKK-BB, sekitar 500 orang memukuli peserta apel akbar AKK-BB dan merusak kendaraan bermotor di monas. Dalam hal ini, Munarman menyatakan akan bertanggung jawab sebagai Panglima Laskar Islam yang menyebabkan insiden tersebut dan meminta polisi untuk tidak menangkap anak buahnya secara diam-diam, dan sebaiknya menangkap dirinya saja sebagai ketuanya. Munarman akhirnya divonis bersalah dan dihukum satu tahun enam bulan atas insiden tersebut.

Terkini, Munarman diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoaks terkait laskar FPI yang disebutnya tak bersenpi. Namun, berdasarkan laporan kepolisian dan hasil investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM, laskar FPI membawa senjata api. Dari sini, maka dapat kita simpulkan bahwa Munarman terbukti berbohong dan menyebarkan hoaks ke publik.

Berdasarkan rekam jejak Munarman di atas, sekali lagi, apakah kita dapat mempercayai ucapan Munarman? Saya kira tidak. Sebab, Munarman terbukti pernah berbohong dan menyebarkan hoaks ke publik. Selain itu, Munarman juga merupakan sosok kontroversi dan seorang residivis. Karenanya, tak patut bagi kita untuk secara serta-merta mempercayai klaim Munarman, terlebih mempercayai FPI yang akan mendukung NKRI dan Pancasila.

Jika kita lihat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI sebelumnya, maka akan kita temukan visi dan misi FPI yang secara eksplisit bertentangan dengan Pancasila. Sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 6 AD/ART FPI yang menyebutkan, visi dan misi FPI adalah penerapan syariat Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Karenanya, tidak mungkin bagi FPI baru yang merupakan reinkarnasi FPI lama secara tiba-tiba berubah garis perjuangannya.

Belum lagi, kalau kita melihat profil Munarman yang pernah terlibat dengan salah satu organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), tentu kita akan semakin skeptis kepada Munarman. Sebagaimana kita ketahui, HTI adalah organisasi radikal yang secara eksplisit menolak Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sistem demokrasi Indonesia. Mereka memperjuangkan penerapan syariat Islam dan Khilafah Islamiyyah.

Dari sini kian jelas bahwa Munarman selalu berdiri di atas ormas-ormas yang titik perjuangan dan ideologinya memperjuangkan syariat Islam dan Khilafah Islamiyyah. Sebaliknya, ormas tersebut selalu menolak Pancasila dan NKRI. Dengan demikian, klaim Munarman perihal FPI baru yang akan menampilkan wajah Islam yang bersaudara dan akan mendukung NKRI serta Pancasila tak dapat dipercaya.

Bagi saya, klaim Munarman tersebut hanyalah retorika belaka. Munarman hanya berupaya menebar janji palsu dan propaganda untuk mengelabui perspektif publik. Melalui FPI baru ini, yang kata Munarman akan mendukung NKRI dan Pancasila, saya kira Munarman tengah berkamuflase untuk melindungi diri saja. Karena itu, sekali lagi kita tak sepatutnya percaya apa yang diucapkan oleh Munarman.

Pendek kata, klaim Munarman terkait FPI baru yang akan mendukung NKRI dan Pancasila tak dapat kita percaya. Sebab, melihat rekam jejak Munarman yang penuh kontroversi, seorang residivis, dan kerap menebar kebohongan serta hoaks, hanya membuat kita kian skeptis saja. Kita apresiasi itikad baik tersebut, tetapi percaya sih tidak.

Related posts
Berita

Ketua MUI, Harusnya Tidak Ada Paksaan dalam Berseragam

Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di sekolah negeri masih menuai…
BeritaKolom

Edukasi Komunikasi Netizen Indonesia

Hasil laporan tahunan Microsoft tengah menampar netizen Indonesia. Pasalnya, netizen Indonesia dinilai paling tidak sopan se-Asia Tenggara oleh Microsoft dalam laporan yang…
BeritaKolomNasihat

Wali Kota Bukittingi Gagal Paham Agama dan Negara

Erman Safar, seorang pejabat negara berkedudukan sebagai Wali Kota Bukittinggi baru-baru ini ramai menjadi perbincangan di dunia jaringan maya. Ia mengusulkan satu…