Kolom

Pentingnya Memelihara Peninggalan Bersejarah Untuk Peradaban Dunia

3 Mins read
Pentingnya Memelihara Peninggalan Bersejarah Untuk Peradaban Dunia large shutterstock 1141713023 79aeece18b82d371e14e4351131dca5b

Semua peninggalan sejarah dunia harus dijaga, utamanya yang ada di Indonesia. Karena peninggalan sejarah adalah sebuah warisan pendahulu kita, yang akan menjadi sarana pendidikan dan ilmu pengetahuan baru untuk memperluas wawasan. Banyak sekali manfaat peninggalan bersejarah, yang fungsinya melimpah untuk kemajuan manusia. Maka itu, kita harus terus menjaga dan memelihara peninggalan bersejarah untuk peradaban dunia demi kemaslahatan umat manusia.

Di negeri ini, peninggalan sejarah sudah menjadi cagar budaya, salah satunya adalah Candi Borobudur. Di mana peninggalan sejarah tersebut adalah warisan Nusantara. Sebagai salah satu tempat bersejarah yang berbentuk bangunan, Candi Borobudur harus selalu dilestarikan. Tak hanya Candi Borobudur, sampai saat ini semua peninggalan sejarah di negeri ini telah menjadi cagar budaya yang selalu dijaga kelestariannya.

Hal itu dilakukan, karena pemeliharaan tempat-tempat bersejarah di negeri ini sudah termaktub dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Pemerintah Indonesia melakukannya, karena cagar budaya merupakan kekayaan budaya yang dimiliki bangsa serta sebagai wujud perilaku kehidupan manusia. Kondisi tersebut penting dilakukan, lantaran keberadaannya dapat menambah pemahaman dan pengembangan sejarah.  

Pengertian cagar budaya ada di Pasal 1 UU tersebut. Salah satunya pada ayat 1 yang berbunyi, Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Di sisi lain, ada banyak kasus yang sering kita dengar, tentang properti-properti arsitektur tradisional hancur dimakan usia, bahkan dihancurkan untuk kebutuhan fungsi baru. Dan masih ada saja sejumlah negara yang secara sengaja menghancurkan peninggalan sejarah. Namun, ada juga tempat bersejarah yang menghilang karena konflik berkepanjangan. Peristiwa tersebut terjadi di beberapa negara Timur-Tengah. Seperti di Suriah, situs bersejarah di negeri ini hancur lebur karena konflik. Pastinya, hal ini akan menghapuskan sejarah dan mempersulit sejarawan atau seseorang yang akan mencari ilmu.

Kemudian Arab Saudi, di negara ini melimpah sekali warisan sejarah Islam dan peninggalan-peninggalan pada zaman kenabian, khususnya Nabi Muhammad SAW. Di Arab Saudi ada sejumlah tempat, artefak, dan sejenisnya yang sengaja dimusnahkan oleh pemerintahannya dan kaum Wahabi. Mereka beralasan untuk memodernisasi kota tersebut. Selain itu, karena mereka menganggap pengkultusan Nabi Muhammad SAW terlalu berlebihan.

Perlu kita ketahui, dalam beberapa hal, tradisi kaum Wahabi yang berpusat di Nejd ini telah menciptakan ketegangan kultural di kalangan umat Islam, bahkan hingga berdarah-darah. Hal ini disebabkan, karena metode dakwah Wahabi sering menjustifikasi bidah, sesat, kafir, dan syirik atas banyak praktik di kalangan umat Islam. Selain itu, fenomena perilaku eksrem dalam sejarah Islam telah menjadikan umat Islam terjerumus dalam peperangan saudara (Kata pengantar KH. Chasan Abdullah, buku Sejarah Lengkap Wahhabi).

Praktik yang sering menjustifikasi syirik, bidah, atau sesat yang dilakukan Wahabi ini, menjadikannya alasan untuk membongkar situs-situs peninggalan bersejarah Islam dan kenabian. Selain itu, mereka membongkar peninggalan bersejarah, hanya untuk mengejar modernisasi, sehingga melakukan pembangunan Kota Suci tersebut. Jika peristiwa tersebut dibiarkan, maka sedikit demi sedikit sejarah dunia akan lenyap dan hilang ditelan bumi.

Sebenarnya, jika mereka ingin melakukan pembangunan, maka tidak perlu melakukan pembongkaran tempat-tempat bersejarah. Untuk memodernisasi suatu kawasan, bisa dengan mengembangkan dan membangun situs-situs bersejarah. Dengan hal tersebut, wilayah yang dinilai bersejarah akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, bahkan bisa menghidupkan perekonomiannya. Karena dengan mengambangkan, menjaga, dan melestarikan peninggalan sejarah, akan memudahkan seseorang untuk mencari ilmu, sehingga mencerdaskan kehidupan.

Semenara itu, sangat penting sekali kita memelihara peninggalan sejarah dunia. Karena dengan melestarikannya, kita dapat menambah kekayaan dan khasanah suatu bangsa, dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan, bahkan akan menambah pendapatan negara. Lantaran, dengan memelihara, menjaga, dan melestarikanya hingga dijadikan tempat wisata, maka akan menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan hal tersebut, peninggalan sejarah akan membuat wisatawan penasaran, sebab peninggalan situs-situs bersejarah adalah bukti nyata peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.

Presiden pertama kita, Bung Karno pernah mengatakan, Jas Merah (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah). Sejarah adalah hal penting, karena itu adalah sebuah peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Maka itu, kita harus selalu belajar sejarah. Dengan belajar sejarah, kita akan memahami apa yang pernah terjadi, sehingga hal itu akan menambah wawasan keilmuan kita. Dengan demikian, memelihara peninggalan bersejarah untuk peradaban dunia itu sangat penting, sebab manfaatnya sangat banyak sekali.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…