Kolom

Generasi Milenial Melawan Hoaks

2 Mins read
Generasi Milenial Melawan Hoaks 5m untuk indonesia melawan berita hoax m 151059

Hoaks telah menjadi ancaman bahaya bagi kerukunan umat manusia di dunia. Berita bohong telah merajalela, bagaikan debu yang berterbangan tertiup angin, hoaks sangat cepat tersebar dan menempel pada tubuh seseorang. Maksudnya, saat ini generasi penerus bangsa lebih mudah menerima informasi tanpa menyaring kebenarannya. Dari sini, hoaks sangat meresahkan masyarakat, karena nantinya akan ada banyak pihak yang dirugikan. Maka dari itu, generasi milenial harus melawan untuk membendung dan mencegahnya.

Tidak hanya di dunia nyata, hoaks juga banyak di dunia maya. Hal ini sangat mengkhawatirkan kita semua, lantaran dengan merambahnya media sosial, hoaks jadi lebih mudah tersebar. Fenomena berkembangnya berita bohong, akan meningkatkan keadaan hidup gaduh di tengah masyarakat. Seperti semakin tingginya adu domba, permusuhan, perpecahan, kebencian antar umat, dan lainnya. Hal tersebut terjadi, karena penggiringan informasi oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, sehingga menyesatkan pembacanya dan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Di tengah perkembangan teknologi seperti saat ini akan memudahkan kehidupan pada era globalisasi. Teknologi dapat memudahkan penggunanya dalam berkomunikasi, karena kecepatannya untuk mendapatkan suatu informasi. Teknologi komunikasi seperti internet ini memiliki segudang manfaat, tetapi sisi negatifnya pula melimpah. Jika internet digunakan untuk kejahatan, maka ini sangat membahayakan pengguna lainnya. Media sosial adalah salah satu dari perkembangan teknologi internet. Penggunanya pun dari semua kalangan dan generasi, utamanya generasi milenial.

Sementara itu, peran generasi milenial untuk melawan hoaks, sangat diperlukan. Sebab, kaum milenial adalah generasi penerus bangsa di masa sekarang dan masa yang akan datang. Kemajuan sebuah negara, tergantung generasi di dalamnya. Untuk itu, kita harus senantiasa peduli dan menjaga bangsa ini dari segala bentuk ancaman. Generasi milenial juga memiliki potensi untuk menghadang informasi-informasi bohong. Oleh karena itu, generasi penerus bangsa diharapkan dapat melahirkan hal-hal positif, dengan melawan berita bohong atau hoaks.

Dilansir Kompas.com, Direktur Informasi dan Komunikasi Badan Intelijen Negara Wawan Purwanto menyebut, bahwa generasi milenial paling rentan dipengaruhi konten hoaks. Hal tersebut diungkapkan dalam diskusi di Jakarta (14/03/2018). Sebab, generasi milenial terbilang paling banyak mengonsumsi informasi di media sosial melalui alat komunikasinya. Di sini, pengguna internet yang tidak waspada dengan hoaks, maka akan mudah terpapar hoaks dan akan menyebarkannya kembali. Maka itu, kita harus pintar dalam memilih dan menyaring informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Dalam hal ini, generasi milenial memiliki peran untuk melakukan hal-hal baik dan berjihad melawan hoaks. Anak bangsa harus bijak untuk membentengi dirinya dari pengaruh negatif pada era kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi. Karena, jika kita lengah atau membiarkan hoaks tersebar, maka hal tersebut sangat berbahaya sekali. Lantaran, hoaks adalah senjata baru bagi kaum radikal demi meruntuhkan ideologi negeri ini. kita juga harus bersama-sama menjaga keutuhan negara demi menuju cita-cita bangsa yang damai.

Dengan demikian, generasi milenial harus produktif dalam menggunakan teknologi. Generasi milenial pun diharapkan bisa melindungi negara dari segala ancaman hoaks. Karena hoaks akan mengancam bangsa dengan merusak kerukunan umat manusia melalui SARA, kebencian, permusuhan, perpecahan, dan segala hal yang merugikan. Kemudian di samping itu, pemerintah juga perlu mengingatkan masyarakat akan bahaya hoaks. Dalam segala upaya melawan hoaks, generasi milenial harus mengambil peran. Dengan begitu, penyebaran hoaks akan hilang dan penyebaran hal-hal negatif akan berkurang.

Related posts
Kolom

Tradisi Puasa di Nusantara

Negeri ini memiliki jumlah Muslim terbesar di dunia. Menurut data Pew Research Center, jumlah populasi Muslim di Indonesia saat ini sebanyak 219.960.000 Muslim atau 12,6 persen dari populasi Muslim di seluruh dunia. Di samping itu, sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam, tentu Ramadhan disambut dengan gembira oleh Muslim Nusantara di seluruh penjuru Tanah Air. Hal tersebut menunjukan, bahwa negeri ini pasti memiliki cara atau tradisi tersendiri dalam berpuasa di bulan Ramadhan.
Dunia IslamKolomNasihat

Melatih Kejujuran dengan Berpuasa

Puasa Ramadhan merupakan bulan untuk melatih kejujuran diri. Berpuasa bukan berarti hanya menahan atau menunda makan dan minum saja, tetapi bagaimana kita…
Dunia IslamKolomNasihat

Kebahagiaan Orang Berpuasa

Pasca sebelas bulan umat Muslim relatif mendapati kebebasan mengoperasikan alat inderanya, di bulan Ramadhan mereka diperintahkan untuk menjalankan puasa. Praktisnya kita harus…