Kolom

Gus Mus Ulama Moderat Panutan Kita

2 Mins read
Gus Mus Ulama Moderat Panutan Kita 015662800 1438735159 4

Dakwah Gus Mus memang selalu menyejukkan hati para pendengarnya. KH Ahmad Musthofa Bisri atau yang kita kenal sebagai Gus Mus adalah seorang ulama panutan anak bangsa. Ia sangat menjunjung tinggi moderasi beragama. Selain menjadi pendakwah, dia juga dikenal sebagai seorang budayawan dan seniman. Kemudian, ia adalah kiai yang mempertahankan Islam Rahmatan Lil Alamin yang berselaras dengan ideologi bangsa dan Bhinneka Tunggal Ika. Maka itu, Gus Mus adalah ulama moderat panutan, yang harus kita hormati.

Negara ini adalah bangsa yang plural, dan semangat kemajemukan yang besar, telah mendorong masyarakatnya untuk menjunjung tinggi toleransi. Sikap yang moderat juga diperlukan di Ibu Pertiwi ini. Karena Islam adalah agama mayoritas, maka moderasi itu harus muncul dalam agama Islam. Pemikiran Islam di Tanah Air umumnya sudah termasuk kategori moderat. Dan moderasi Islam di negeri ini sudah sejak lama terjalin. Walakin akhir-akhir ini, moderasi Islam terganggu karena muncul gerakan Islam radikal yang melahirkan kekhawatiran publik.

Untuk membendung dan membentengi negeri ini dari paham-paham radikalis, kita harus menunjukkan sikap toleransi yang kuat antar sesama manusia. Dalam hal ini, untungnya Gus Mus hadir di tengah-tengah masyarakat dengan dakwah moderatnya. Dia adalah seorang ulama panutan kita semua. Dengan dakwahnya, ia mampu meredam dan melawan paham radikal, sehingga ideologi tersebut tidak bisa tersebar luas. Perlu kita ketahui, Islam moderat adalah paham dan pemikiran keagamaan yang dimiliki setiap Muslim yang mengedepankan konsep “cinta tanah air sebagian dari iman.”

Tokoh agama sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan mantan Rais Aam Syuriah PBNU tersebut, telah memiliki banyak prestasi. Sedikitnya, yakni ia telah ditetapkan sebagai salah satu tokoh Muslim berpengaruh di dunia, yang dirilis oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre. Gus Mus berada diurutan ke-146 dalam daftar Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2021. Gus Mus masuk kategori sebagai cendekiawan, intelektual Muslim, penyair, novelis, pelukis, dan juga ulama yang sangat berpengaruh di Indonesia.

Kita patut berbangga hati, sebab prestasi yang diraih Gus Mus telah mengharumkan Muslim Nusantara ke kanca dunia. Dengan prestasi ini, Gus Mus pantas mendapat julukan ulama moderat yang kaya akan prestasi. Gus Mus telah menghadirkan sosok penebar kasih sayang yaitu Rasulullah SAW yang memperkenalkan dan mengangkat harkat dan martabat kemanusian, bahwa semua manusia adalah saudara karena berasal dari bapak yang sama yaitu Nabi Adam AS.

Bagi Gus Mus, tidak ada seorang atau sekelompok manusia yang lebih mulia dari orang lain. Prestasi paling mulia di hadapan Allah SWT adalah orang yang paling bertaqwa kepadanya. Persaudaraan antar Muslim juga diperkuat, karena Rasulullah SAW mengajarkan untuk tidak saling menghina, bahkan saling melukai apalagi saling membunuh. Ketika berdakwah, Gus Mus selalu membawa cara dan gaya ajaran Rasulullah SAW. Melalui gaya santunnya yang berdakwah dengan mencintai negeri, ia digemari oleh semua kalangan masyarakat.

Menurut KH Jalaluddin Rakhmat, dalam buku Cinta Negeri Ala Gus Mus, mengatakan, Gus Mus itu yang paling menarik hatinya, adalah kesenimannya sebagai seorang penyair. Seniman hatinya lebih terasa dan terlatih, banyak menggunakan perasaan, karena itu kecenderungan sufistiknya sangat tinggi. Dari segi akhlak, Gus Mus sebagai ulama memiliki integritas yang tidak bisa dibeli, sederhana, dan tidak terlibat dalam politik yang macam-macam. Gus Mus adalah peninggalan Gus Dur, yang menjadi pilar NU.

Ceramahnya tentang kebangsaan banyak menginspirasi banyak orang. Utamanya yang mengatakan, Islam adalah moderat, kalau tidak moderat itu bukan Islam. Dilansir dari NUOnline, Gus Mus mengatakan, Allah melarang segala sesuatu yang berlebihan sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran. Bahkan, Nabi Muhammad SAW mengatakan, sebaik-baiknya sesuatu adalah yang di tengah-tengah. Maksudnya adalah, dalam kehidupan bermasyarakat yang plural, kita semua diharuskan memiliki sikap yang moderat, demi mewujudkan kerukunan umat manusia.

Dengan demikian, Gus Mus adalah ulama moderat panutan kita, lantaran dia membawakan dakwah damainya yang mementingkan kerukunan umat. Gus Mus hadir tidak hanya sebagai pendakwah yang baik, tetapi dia hadir untuk membawa kedamaian dan kemoderatan. Tidak hanya ceramahnya yang menunjukkan kesejukan, tetapi juga kepribadiannya. Kemudian ia adalah ulama yang cocok untuk bangsa yang mejemuk ini serta negeri sejuta umat. Ia adalah manusia panutan seluruh umat.   

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…