Kolom

Indahnya Puasa Sambil Bertoleransi

2 Mins read
Indahnya Puasa Sambil Bertoleransi Suster Bantu Ramadan 506x380 3

Dalam kehidupan, saling menghargai antar sesama manusia sangat diperlukan, apalagi di saat bulan puasa. Bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menebar virus toleransi antar manusia. Karena toleransi atau kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan membangun perdamaian. Ketika berpuasa, kita diberi ujian untuk selalu bersabar dalam segala hal. Dengan adanya toleransi, kita dapat memperindah ibadah puasa yang akan kita jalani.

Toleransi dapat diartikan sebagai bentuk menahan diri, sabar, menghargai perbedaan, saling menghormati, dan sejenisnya. Toleransi memang merupakan kata yang mudah diucapkan. Namun, toleransi memiliki pengertian yang berbeda-beda bagi setiap orang. Negara ini, sebagai negeri yang majemuk, toleransi harus dibangkitkan, agar penerapan toleransi sepenuhnya dimanifestasikan oleh setiap orang. Dengan saling menghargai antar sesama manusia, toleransi dapat terjalin dengan indah.

Maka dari itu, toleransi harus menjadi sebuah sikap nyata dalam ruang publik yang beragam, seperti negeri ini. Toleransi dapat dimanifestasikan dalam sikap menghargai dan saling menghormati sesama manusia, sekalipun berbeda keyakinan. Urgensi toleransi sendiri berhubungan dengan cita-cita negara yang sudah tercantum dalam Pancasila, yakni perdamaian, kerukunan, dan persaudaraan. Keberagaman yang terjadi di negeri ini membuat toleransi menjadi tindakan yang harus dilakukan.

Di beberapa kasus, toleransi ketika bulan puasa, cenderung tidak tercerminkan. Terlihat ketika puasa tahun lalu, ada sekelompok orang mengatasnamakan agama yang menggeruduk warung makan di siang hari. Tindakan seperti ini tentu menyakiti hati dan merugikan orang lain. Karena, dalam Bulan Ramadhan, tidak semua orang berpuasa. Untuk itu, kita sebagai Muslim harus menghormati para pedagang yang mencari nafkah dan orang yang tidak berpuasa karena ada halangan.

Islam juga dikenal sebagai agama damai dan cinta kepada kedamaian. Maka dari itu, setiap Muslim mesti mencintai suasana damai, dan menolak kekerasan dan kekacauan. Sesungguhnya agama yang benar menurut Allah SWT adalah agama yang damai, yang menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan (QS. Ali Imron: 19).

Di sisi lain, Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, artinya agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta. Rahmat tersebut merupakan milik Allah SWT dan diturunkan melalui Islam. Maksudnya, Islam merupakan agama yang dapat memberikan kerahmatan bagi semua. Bahkan, kerahmatan ini tidak hanya bagi umat Islam saja, tetapi juga seluruh umat manusia di jagat raya ini.

Oleh karena itu, dengan toleransi kita dapat menghidupkan perdamaian sampai ke penjuru negeri. Sangat indah sekali, apabila kita berpuasa sambil menerapkan toleransi ke semua manusia. Hal tersebut juga sebagai wujud saling menghormati antar sesama. Sebagai bentuk pengakuan semua manusia memiliki kebutuhan hidup yang pemenuhannya berbeda-beda. Setiap manusia memiliki hak asasi yang pemenuhannya dilakukan secara masing-masing dengan tanggungjawab sendiri. 

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…