KolomNasihat

Sunnah Sahur

3 Mins read
Sunnah Sahur 056242200 1588126295 Takut Kelaparan Bolehkah Makan Banyak Saat Sahur shutterstock 1354667717

Sahur merupakan elemen penting dari puasa. Sahur merupakan waktu yang tepat mempersiapkan asupan yang cukup agar dapat berpuasa sepanjang hari. Namun, tidak sedikit pula Muslim modern yang meremehkan praktik ini selama menjalankan puasa Ramadhan. 

Bangun lebih subuh untuk makan sahur merupakan tantangan tersendiri sebelum mulai berpuasa. Saya yakin, tidak sedikit orang yang merasakan disorientasi ketika bangun lebih subuh untuk makan. Terkadang, seseorang memilih mengonsumsi begitu banyak makanan sebelum tidur daripada harus bersusah payah bangun sahur. Ada juga yang mengabaikan sahur karena merasa sanggup melaksanakan puasa tanpa sahur. Sebagian lagi sahur pada waktu yang terlalu dini, jauh dari batas waktu sahur. 

Sangat disayangkan, hal demikian itu bukanlah persiapan puasa yang dipraktikkan dan diajarkan oleh Nabi SAW.  Ada banyak alasan positif mengapa kita harus makan sahur dan memulai puasa dengan benar, sebagaimana sunnah sahur Nabi SAW yang bernilai ibadah. Melaksanakan sahur sesuai sunnah merupakan salah satu bimbingan kita untuk menjalankan amal baik sepanjang hari selama puasa. 

Satu hal yang paling utama dalam pembahasan ini, tentunya, jangan meremehkan pentingnya makan sahur karena itulah makanan yang penuh dengan berkah. Seperti yang diberitahukan Nabi Muhammad SAW, Sahurlah kamu karena makan di waktu sahur itu mengandung keberkahan (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dijelaskan, “Makan sahur di bulan Ramadhan adalah berkah, jadi jangan tinggalkan, walau dengan minum seteguk air. Allah Yang Mulia dan Yang Perkasa, dan para malaikat-Nya mengirimkan berkah atas mereka yang telah mengambil makan sebelum fajar (HR. Ahmad).

Hadits ini menekankan besarnya nilai sahur karena mengandung keberkahan dan merupakan persiapan yang baik untuk menjalankan puasa. Pada saat sahur, Allah menurunkan rahmat-Nya kepada kita yang sedang makan sahur, sementara malaikat-Nya memohonkan ampunan atas nama kita. Selain itu, dengan bangun dan makan sahur, seseorang juga lebih mudah melaksanakan sholat Subuh tepat waktu, yang juga memiliki pahala yang besar.

Di antara berkah sahur lainnya adalah memberi kita energi ekstra yang dibutuhkan untuk menjalani keseharian selama berpuasa. Seperti untuk melakukan amal shalih, ibadah, dan pekerjaan kita tanpa merasa terlalu lelah. Makan sahur juga dapat mencegah sikap buruk, seperti marah-marah atau emosional di siang hari karena diprovokasi oleh rasa lapar. Jadi, makan sahur dapat membantu kita dalam mempertahankan ketenangan dan kepala dingin sepanjang hari.

Kenyataan bahwa terdapat berkah yang besar di dalamnya memang sangat jelas, karena sahur mengikuti sunnah, mempermudah puasa bagi orang yang berpuasa, dan termasuk juga sebagai pembeda dari ibadah puasa Ahli Kitab yang berpuasa tanpa sahur.

Selain Islam, agama lain juga menjalankan ibadah puasa. Beberapa di antaranya termasuk Hindu, Budha, Kristen, Yahudi, dan Taoisme. Sebagai Muslim, kita diharuskan untuk tidak meniru ibadah mereka, dan sunnah sahur merupakan salah satu perinsip dalam ibadah puasa kita, agar berbeda dari ibadah puasa umat lain. seperti yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW, perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur (HR. Muslim).

Selanjutnya, soal waktu sahur. Umat Islam dianjurkan untuk menyantap makanan di ujung waktu sahur. Ada hadits tentang anjuran Nabi untuk menunda sahur hingga akhir malam mendekati waktu subuh. Nabi SAW bersabda, Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur (HR. Sunan Abi Dawud). 

Apabila kita makan sahur terlalu dini hari, tentu kita menjadi lebih cepat lapar di pagi harinya, bahkan ada kemungkinan tertidur kembali sebelum shalat subuh sehingga kesiangan. Jadi, mengakhirkan waktu santap sahur adalah sebuah pertimbangan yang sangat bijak. Menunda makan subuh sampai sebelum fajar, daripada memakannya saat tengah malam atau lebih awal merupakan sunnah sahur yang penting.

Nabi SAW pernah mempraktikkan makan sahur dalam rentang waktu yang cukup singkat. Berdasarkan sebuah riwayat Ibnu Abbas dalam sahih Bukhari, beberapa orang sahabat bersahur bersama Rasulullah SAW , kemudian beliau pergi untuk shalat. lalu Ibnu Abbas bertanya tentang berapa lamanya antara adzan dan sahur kepada Zaid bin Tsabit, ia menjawab, “Sekitar 50 ayat”.

Orang Arab pada waktu itu, biasa memperkirakan durasi waktu dengan membandingkannya pada aktivitas yang familiar bagi semua orang, seperti membaca al-Quran. Zaid adalah salah satu Qari al-Quran yang paling terkenal, ia memperkirakan waktu antara sahur dan shalat subuh saat bersama Rasulullah SAW, cukup sepanjang bacaan 50 ayat al-Quran. Lamanya kira-kira tidak sampai satu jam. Jadi, inilah rentang waktu yang pas untuk bersahur sesuai sunnah, tidak lebih dari sejam sebelum azan subuh berkumandang. 

Singkatnya, ada banyak sekali berkah dan kebaikan dalam sunnah sahur, untuk mendukung kekuatan jasmani maupun spiritual kita selama berpuasa. Sahur merupakan satu elemen puasa yang istimewa, karena mengandung keberkahan dan sunnah Nabi SAW. Sahur pula yang mencirikan karakter khusus ibadah puasa Islam. Melaksanakan sunnah sahur, akan menambah kekuatan untuk beribadah, serta membantu menghindari temperamen buruk. Apalagi waktu sahur adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal demikian benar-benar membuat siang dan malam kita penuh berkah. Jadi, jangan lewatkan sunnah sahur selama Ramadhan ini ya!

Pros

  • +

Cons

  • -
Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…