KolomNasihat

Puasa Ibadah yang Menyehatkan

2 Mins read
Puasa Ibadah yang Menyehatkan unnamed

Bagi umat Islam, puasa selama bulan Ramadhan penuh itu wajib. Hal tersebut mestinya tidak menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran akan memperburuk kesehatan, karena puasa di bulan Ramadhan memiliki dampak kesehatan yang bisa teruji secara ilmiah, baik bagi fisik maupun psikis dan tentunya ada pengecualian bagi orang tertentu yang mengidap kelainan kesehatan. Demikian, umat Islam mestinya bersyukur sebab kita diperintahkan berpuasa sebagai ibadah yang peduli pada kesehatan.

Selain Islam, agama lain juga menjadikan puasa sebagai tradisi yang telah ada sejak berabad-abad lamanya. Mulanya puasa hanya kepercayaan meningkatkan spiritualitas belaka, tetapi berkembangnya zaman ibadah puasa pada akhirnya mendapat pengakuan yang apresiatif dalam ranah penelitian terkait kesehatan.

Dalam buku Hikmah Puasa Bagi Kesehatan Manusia (2010) ilmu kedokteran menemukan bukti, bahwa makan dan minum yang berlebih-lebihan bisa membahayakan lambung, menghancurkan hati, mengerasnya pembuluh darah, memberatkan kerja jantung, sesak dada, naiknya tekanan darah, dan kencing manis.

Konon, sampai ada dokter yang mengatakan banyak orang yang menggali kuburannya dengan gigi-giginya sendiri. Agaknya tidak ada cara pencegahan atau pengobatan atas penyakit-penyakit itu, kecuali dengan tidak makan dan tidak minum dengan berlebihan, yakni membatasi nafsu makan (diet) dan tentunya lebih baik dengan puasa.

Itu sebabnya, puasa sangat dianjurkan untuk memperbaiki pola asupan dalam memfilter makanan. Manfaat puasa ini tidak saja berpengaruh pada kesehatan fisik yang lebih bugar, melainkan kesehatan mental juga. Esensi puasa untuk meningkatkan kualitas spiritual termasuk latihan mengelola emosi, tampaknya menjadi acuan sebagai terapi mental. Perilaku mudah marah, keras, putus asa, mencibir dan sebagainya merupakan perilaku ketidakstabilan emosional yang tidak bisa menahan diri.

Kendati puasa itu menyehatkan, tetapi ada sebagian orang yang tidak diperkenankan berpuasa. Allah SWT berfirman, (yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. Al-Baqarah: 184).

Kemuliaan Islam kian terlihat karena perintahnya yang tidak pernah memaksakan suatu kewajiban. Mereka yang berada dalam kondisi lemah dan sukar, tidak diwajibkan berpuasa Ramadhan, akan tetapi kewajiban puasa ini diganti dengan membayar fidyah atau puasa di lain waktu ketika kondisi seseorang sudah memungkinkan. Melalui puasa, umat Islam diajarkan untuk disiplin, bahwa kewajiban itu tidak bisa ditinggalkan dalam keadaan apapun. Karena itu, puasa yang ditinggalkan tetap dibayar untuk menggugurkan kewajiban meski dengan cara lain.

Penting dicatat, bahwa apa yang diperintahkan Tuhan bagi umatnya tidak ada yang sia-sia. Memang tidak secara eksplisit menggunakan bahasa ilmiah kesehatan dijelaskan, tetapi Al-Quran mengumpulkan ilmu kesehatan dalam separuh ayat, makan dan minumlah, dan Jangan berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf: 31). Nabi Muhammad SAW pun pernah bersabda, manusia tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek daripada perut (lambung). Cukuplah baginya beberapa suap makanan sekadar bisa menegakkan tulang punggung. Sepertiga untuk makanan, minuman, dan pernapasan (HR. Tirmidzi).

Berdasarkan dalil di atas, tak terelakkan jika puasa berpengaruh signifikan pada kesehatan lambung, yang mana perut sebagai sumber penyakit bila tidak dijaga dengan baik dapat menyebabkan masalah besar. Demikian, puasa itu ibadah yang menyehatkan bagi siapa pun yang menjalankannya. Di dunia ini kesehatan tak ternilai harganya. Menjadi hamba yang sehat itu perlu, karena ibadah atau aktivitas apapun terasa kurang khidmat dan tidak berjalan baik bila tubuh dalam kondisi yang sakit.

Maka dari itu, bagi seseorang yang diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa mari kita lebih mensyukuri. Sebab, puasa merupakan ibadah yang paling istimewa di mata Allah SWT sekaligus menjadi ladang belajar kesehatan. Sehat dalam mengatur pola makan, sehat dalam bersikap, dan sehat dalam berpikir.  

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…