Kolom

Buatlah Ramadhan Lebih Bermakna

2 Mins read
Buatlah Ramadhan Lebih Bermakna kangen mudik pemandangan sawah terindah ini bisa menjadi pengobat rindu exc

Ramadhan merupakan bulan yang mengharuskan kita berpuasa selama satu bulan penuh. Sekitar 29 hingga 30 hari, umat Islam harus melewati banyak rintangan, seperti tidak makan dan minum serta wajib menahan hawa nafsu dari sebelum terbitnya fajar, sampai terbenamnya matahari. Hal tersebut harus dilakukan, demi menjadi pribadi Muslim yang lebih baik. Selama berpuasa itulah, umat Islam harus memiliki kegiatan yang lebih bermakna, demi menyempurnakan ibadah puasanya agar mempunyai kemanfaatan.

Ramadhan adalah bulan yang mulia dan merupakan momen yang agung. Allah SWT akan melipatgandakan pahala setiap Muslim. Pada bulan Ramadhan, Allah SWT memberi anugerah setiap harinya. Pintu-pintu kebaikan dibukakan bagi setiap orang yang bersemangat meraihnya. Nabi Muhammad SAW berkata, Apabila tiba Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, dikunci rapat-rapatlah pintu-pintu neraka, dan diikatlah berbagai setan (HR. Bukhari dan Muslim).

Pintu surga dibuka pada bulan ini, sebab Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi Muslim yang serius beribadah. Khusus puasa Ramadhan, Allah SWT melipatgandakannya menjadi tak terhingga. Selain itu, Ramadhan sebagai ajang pengampunan dosa bagi seluruh Muslim. Memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini, tentunya menjadi sebuah keharusan bagi kita semua.

Seperti Nabi Muhammad SAW telah bersabda, yang berbunyi, Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah SWT berfirman: Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi (HR. Bukhari No. 1904, 5927 dan Muslim No. 1151).

Untuk itu, buatlah Ramadhan menjadi lebih bemakna. Dengan meningkatkan ibadah kita pada Allah SWT, maka dari hadist tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT akan melipatgandakan pahala setiap amal kebaikan menjadi 10 hingga 700 kali lipat. Ini yang menyebabkan puasa Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri di sisi Allah SWT. Bahkan Allah SWT mengibaratkan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari bau minyak kasturi.

Selain itu, demi menyempurnakan Ramadhan, kemanfaatan dalam hidup sehari-hari juga diperlukan. Seperti, ketika Ramadhan seorang Muslim harus menjaga kesehatan tubuh, membuat jadwal kegiatan bermanfaat, dan perbuatan atau aktivitas bermanfaat lainnya. Keutamaan bulan Ramadhan bisa menjadi penyemangat untuk semakin rajin beribadah. Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah, untuk lebih meningkatkan ketakwaan dengan berbagai keutamaannya.

Dengan demikian, Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, karena salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah sebagai bulan pengampunan dosa. Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik mengambil kesempatan untuk bertaubat. Dengan berpuasa, banyak beribadah, dan melakukan aktivitas atau perbuatan yang bermanfaat lainnya pada bulan Ramadhan ini, maka bisa menghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan. Untuk itu, buatlah Ramadhan lebih bermanfaat.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…