Berita

Bermedsos dengan Santun dan Aman

2 Mins read
Bermedsos dengan Santun dan Aman MEDIA SOSIAL PHONE

Setiap tahunnya, warganet merayakan Hari Media Sosial yang jatuh pada 10 Juni. Tagar dengan #HariMediaSosial pun mewarnai trending topik diberbagai media sosial. Tak hanya tagar, kata kunci ‘selamat Hari Media Sosial’ juga masuk ke jajaran trending tersebut. Nyatanya, tak sedikit warganet yang menjadikan Hari Media Sosial sebagai momentum untuk lebih bijak, santun, dan aman menggunakan media sosial.

Dalam sejarah awalnya, Hari Media Sosial dicetuskan oleh seorang pengusaha pada tahun 2015 lalu, pada saat itu, diperingati Hari Marketing Indonesia dan Hari Pelanggan Nasional. Kemudian, seiring berkembangnya waktu dan minat masyarakat terhadap media sosial meningkat, maka diganti menjadi Hari Media Sosial.

Kiranya, perkembangan interaksi masyarakat menggunakan media sosial dinilai memang cukup tinggi. Laporan Digital 2021: The Latest Insights Into The State of Digital itu, disebutkan bahwa dari total 274,9 juta penduduk di Indonesia, 170 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Dengan data tersebut, angka penetrasinya sekitar 61,8 persen.

Sementara itu, Angka pengguna aktif media sosial di Indonesia tumbuh sebesar 10 juta atau sekitar 6,3 persen, dibandingkan bulan Januari 2020. Dalam periode yang sama, pengguna internet di Indonesia tumbuh 27 juta atau 15,5 persen menjadi 202,6 juta.

Tentunya, perkembangan pengguna media sosial ini juga sejalan dengan meningkatnya berbagai masalah yang dihadapi. Misalnya saja hoaks, ujaraan kebencian, kebocoran data privasi, dan cybercrime di media sosial.  Artinya, semakin meningkatnya media sosial, tidak menjadikan warganet bijak, santun dan aman menggunakannya.

Dalam dunia media sosial, seseorang dapat menjadi apa saja yang ia inginkan. Seketika dapat berkomentar tentang isu terkini selayaknya ahli walau tanpa kredibilitas yang mendukung. Atau menggunakan akun anonim untuk menyampaikan pendapat. Inilah awal yang mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan kejahatan di media sosial.

Bahkan, seorang pengguna internet dapat memiliki 11 akun medsos sekaligus. Satu orang bisa membuat masing-masing satu akun di setiap platform atau membuat lebih dari satu akun pada beberapa platform.

Apabila diandaikan populasi warganet dihitung berdasarkan akun media sosial, bisa jadi berjumlah 11 kali lipat dari populasi penduduk Indonesia. Ini adalah suatu ledakan populasi akun yang luar biasa. Bisa dikatakan sebagai era tanpa batas yang ada di dunia maya.

Ledakan aliran informasi terlihat dari data yang dirilis McKinsey dalam laporan yang berjudul ”Digital Globalization: The New Era of Global Flows” (2016). Salah satu temuannya menyebutkan bahwa terjadi lonjakan arus data internet atau bandwidth antarnegara sebesar 45 kali lipat dalam rentang waktu tahun 2005 hingga 2014.

Angka yang ditunjukkan McKinsey belum terhitung data yang beredar di kawasan lokal atau dalam negeri. Indonesia sebagai negara dengan pengguna internet terbesar keempat setelah China, India, dan Amerika Serikat tentu memiliki aktivitas bermedia sosial yang begitu tinggi.

Tingginya aktivitas masyarakat di media sosial dan derasnya arus informasi yang beredar perlu diimbangi dengan kerangka berpikir dan bersikap kritis ketika menceburkan diri di komunitas warganet. Hal ini perlu dilakukan karena saat ini media sosial difungsikan sebagai sumber informasi yang dipercayai banyak orang.

Apabila ditinjau dari definisinya,  memang media sosial merupakan program yang ada pada gawai yang memungkinan orang untuk berkomunikasi dan membagikan informasi dengan memanfaatkan jaringan internet. Siapa pun dapat berperan sebagai sumber informasi, bahkan sudah menjadi kondisi normal bahwa misinformasi dan disinformasi subur merebak di berbagai platform media sosial.

Dengan demikian, kerugian yang ditimbulkan oleh konten yang dibuat secara sengaja untuk mengacaukan masyarakat bukan ditimbulkan oleh platformnya, tetapi oleh para penggunanya. Maka menjadi penting kiranya untuk segera menyadari bermedsos lah dengan santun dan aman, serta mulai lah dengan memberdayakan media sosial dengan bijak, bukan diperdaya olehnya.

Related posts
Berita

Amal Baik Tidak Menggugurkan Kewajiban Shalat

Shalat lima waktu adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim. Printah ini mutlak sebagai bukti pengabdian hamba kepada Tuhannya, tak bisa digugurkan dengan…
BeritaKolomNasihat

Mencermati Warisan Kolonial di Masa Kini

Kolonialisme bukan sekadar menjadi persoalan masa lalu. Kemerdekaan secara de facto dan de jure yang telah disandang bangsa ini nyatanya bukan jaminan…
BeritaKolom

Wacana Kehadiran Massa PA 212 Harus Dibatalkan

Jelang sidang vonis Muhammad Rizieq Shihab (MRS), Kamis (26/06/21), Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin mengklaim pihaknya tak memiliki wewenang untuk…