Kolom

Indonesia Perlu Belajar Menangani Covid-19 Dari Hungaria

2 Mins read
Indonesia Perlu Belajar Menangani Covid-19 Dari Hungaria 60c9a35647163

Seluruh dunia dikagetkan dengan kompetisi Euro 2020 Grup F, yang mempertemukan antara Hungaria versus Portugal pada Selasa (15/06/2021). Pasalnya, pertandingan tersebut dihadiri oleh puluhan ribu penonton dalam satu stadion dan nyaris tanpa jarak serta tanpa masker. Laga tersebut dilaksanakan di Puskas Arena, Budapest, Hungaria. Perlu kita ketahui, pertandingan tersebut merupakan pagelaran ajang olahraga pertama yang mengizinkan stadion dihadiri dan dipenuhi oleh penonton sebanyak 100% selama pandemi Covid-19.

Hungaria adalah satu-satunya negara yang menggelar pertandingan Euro 2020 dengan tribun stadion yang terisi penuh. Pertandingan tersebut terlihat berbeda dengan laga-laga lainnya. Stadion berkapasitas 67.000 kursi dipenuhi oleh penonton. Tampaknya, masa pandemi di Hungaria telah berakhir. Namun, keberanian pemerintah Hungaria tentunya tidak sembrono, mereka pasti memiliki strategi khusus dalam menangani permasalahan pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Jika kita melihat perkembangan kasus Covid-19 di negara berpenduduk sekitar 10 juta jiwa ini, trendnya memang menurun drastis. Kasus harian di sana saat ini berkisar di bawah 255 kasus. Untuk Kota Budapest, di beberapa hari belakangan bahkan penambahannya hanya tercatat lima kasus. Grafik kasus harian tertinggi di Hungaria tercatat 2.113 pada 26 Maret tahun ini. Walau pernah mencetak rekor kematian akibat Covid-19, tetapi negara ini mampu menanganinya dan bangkit dalam jangka waktu yang singkat.

Kabarnya, Hungaria akan menghapus sebagian besar pembatasan Covid-19 yang tersisa, termasuk jam malam. Hal tersebut dikatakan Perdana Menteri Viktor Orban pada Jumat (21/05/2021), melalui radio pemerintah. Bahkan dia mengatakan, “selamat tinggal masker.” Perlu kita ketahui, Hungaria merupakan satu-satunya negara Uni Eropa yang merestui dan sekaligus menggunakan vaksin buatan Rusia dan China dalam jumlah besar, sebelum Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) memeriksa atau menyetujuinya (Antaranews.com).

Jika dibandingkan dengan Indonesia, strategi penanganan Covid-19 oleh pemerintah di negeri ini juga sangat serius. Namun terdapat perbedaan penanganan yang membuat negara ini agak lamban menangani masalah pandemi. Salah satunya, penanganan vaksinasi Covid-19 di negeri ini tidak stabil. Kemudian, banyak warganya yang susah diatur. Hal tersebutlah yang menyebabkan penanganan Covid-19 di negara ini agak tersendat. Maka dari itu, Indonesia harus secepatnya belajar dari negara Hungaria terkait tindakan cepat penanganan Covid-19 ini.

Perlu kita ketahui, untuk masalah vaksin di antara kedua negara ini tidak ada perbedaan yang signifikan. Hungaria dan Indonesia adalah negara yang sama-sama menggunakan vaksin dari China. Untuk itu, negara ini harus terus semangat dan pantang menyerah. Sebab, negara Hungaria sudah menjadi contoh kesuksesan dalam menggunakan vaksin dari China. Maksudnya, masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir lagi memikirkan efek samping yang ditimbulkan.

Apabila kita menginginkan seluruh aktivitas negara yang kembali normal seperti dulu lagi, maka kita harus tertib aturan dan percaya penuh kepada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Bisa saja, jika vaksinasi warga Indonesia berjalan dengan lancar, pemerintah kemungkinan dapat membebaskan kegiatan yang akan kita lakukan, tetapi sesuai dengan protokol kesehatan   

Sementara itu, dilansir dari CNNIndonesia pada Rabu (17/02/2021), Peter Szijjarto, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hongaria mengatakan, “Hungaria optimistis, jika kehadiran vaksin Covid-19 akan membuat kehidupan kembali normal. Tak hanya di dalam negeri, namun juga hubungan bilateral antar-negara.” Dia pula menyebutkan, “bahwa kuncinya adalah vaksin. Seandainya kami mendapatkan vaksin, kami bisa melindungi mereka yang paling terancam oleh bahaya Covid-19.” Strategi Hungaria hadapi Covid-19 nampaknya cukup berhasil, terbukti apabila kemarin kita melihat kemeriahan pertandingan antara Hungaria versus Portugal tersebut.

Dengan demikian, jika kita berkaca ke Hungaria, maka negeri ini perlu belajar menangani Covid-19 dari negara tersebut. Hungaria memang cukup berani untuk mengizinkan puluhan ribu orang bersatu di satu tempat. Akan tetapi dibalik keberaniannya, mereka akhir-akhir ini gencar melakukan vaksinasi kepada warganya. Bahkan saat ini negara tersebut telah melakukan vaksinasi 50% lebih warganya. Pastinya, semua para suporter yang menonton pertandingan Hungaria versus Portugal sudah melakukan vaksinasi. Menurut pemerintahan setempat, vaksinasi merupakan kunci keberanian mereka melawan pandemi Covid-19 ini. Kemudian, pada faktanya memang benar, bahwa vaksinasi adalah kunci dalam penanganan pandemi Covid-19.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…