Kolom

Sales Khilafah Lupa Sejarah Bangsa

2 Mins read
Sales Khilafah Lupa Sejarah Bangsa nussa

Perbincangan tentang kartun Nussa beberapa hari kemarin kembali ramai dibincangkan. Pasalnya, film kartun yang disinyalir besutan dari kelompok eks HTI ini berhenti tayang. Sebenarnya, sudah cukup lama Nussa dipersoalkan. Ia sudah secara eksplisit di-back up oleh kelompok eks HTI. Kenyataan ini tentu tidak dapat dibiarkan berkelanjutan. HTI dan mimpi-mimpinya tentang khilafah Islamiyyah harus diluruskan. Sebab, harus diakui bersama mereka lupa dengan sejarah bangsanya.

Ada banyak episode kehidupan yang sejatinya pengulangan sejarah dalam bentuk rupa yang berbeda. Mengenang sejarah bukan berarti kita resah menjalani masa kini dan takut menghadapi masa depan, tetapi justru karena kita berani dan bersiap diri menghadapi masa depan dengan bekal masa lalu. Belajarlah pada sejarah karena ia adalah hukum semesta. Jika kita memahami sejarah, sejatinya kita mempelajari bagaimana gerak hukum semesta ini bekerja.

Sejarah bukan sekedar untuk dikenang, tetapi sebagai bahan bacaan untuk mempelajari masa depan. Sungguh sejarah akan mengulang dengan dirinya sendiri. Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari setiap lembaran sejarah.

Seperti, memperingati kemerdekaan Indonesia merupakan bentuk mengenang, mempelajari dan memahami sejarah bangsa. Merayakan Proklamasi Kemerdekaan adalah bagian penting bagaimana kita belajar menjadi Indonesia dari sumber aslinya. Orang yang tidak memahami sejarah bangsa ini akan mudah tercerabut dari akarnya. Sebaliknya orang yang memahami sejarah bangsa atau bahkan merasa bagian dari sejarah bangsa tidak akan gampang merusak masa depan bangsa.

Individu atau kelompok yang punya niatan merusak negara, mengganti ideologi negara, mengancam kedaulatan negara, karena mereka tidak memahami sejarah bangsa ini. Mereka menjadi kelompok yang buta tanpa tongkat sejarah. Atau mereka berada dalam ruang besar nusantara tetapi gelap gulita dari pemahaman sejarah masa lalu. Lihat betapa sedihnya mereka berada dalam kepulauan nusantara, tetapi mereka tidak merasa bagian dari sejarah bangsa. Kehidupannya selalu dipenuhi kebencian, dendam, dan niat buruk dengan imaji ilusif mendirikan negara baru.

Indonesia lahir karena para pendahulu kita menyelami, memahami dan menciptakan apa itu Indonesia, dan alasan mengapa menjadi Indonesia. Sebaliknya penyebab kehancuran Indonesia adalah ketika masyarakat tidak mengerti apa itu Indoneisa dan alasan mengapa menjadi Indonesia. Ketika pertanyaan dan jawaban apa dan mengapa ber-Indonesia itu lupa, maka keroposnya nasionalisme menjadi ruang besar dari masuknya berbagai paham dan ideologi yang merusak jati diri dan identitas bangsa.

Ketidakmengertian anak bangsa terhadap sejarah bangsanya merupakan momentum yang diharapkan oleh mereka yang tidak ingin ber-Indonesia. Karena itulah, sejatinya ancaman terbesar bagi kehancuran bangsa ini bukan dari seberapa besar ancaman musuh mengincar kita, tetapi seberapa parah dan akutnya penyakit amnesia kita terhadap sejarah bangsa.

Ketidakmengertian terhadap sejarah adalah sumber yang rentan menciptakan sejarah kehancuran bangsa.
Untuk mengobati ketidakmengertian itulah kita harus kembali kepada sejarah. Hari ini kita harus memasuki lorong sejarah bagaimana bangsa Indonesia itu tercipta.

Bung Karno sering mengatakan, jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah). Yang hal ini merupakan pembelajaran agar bangsa ini tidak mudah lupa terhadap jati diri dan masa lalunya.

Paling tidak ada tiga poin penting yang dapat kita petik dari perjalanan menelusuri lorong waktu sejarah Indonesia:
Pertama, Indonesia itu diperjuangkan. Negara ini  adalah buah hasil jerih payah para pejuang dan pahlawan bangsa yang telah mengorbankan seluruh jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan. Bangsa ini tidak diberikan secara gratis, tetapi ada korban dan pengorbanan sebagai alat beli kemerdekaan.

Kedua, Indonesia merupakan proyeksi dari harapan seluruh masyarakat dengan aneka ragam latar belakang, tetapi dalam bingkai persatuan. Indonesia adalah tempat menaruh harapan jutaan manusia yang berada dalam lingkar Nusantara untuk hidup sejahtera, damai, aman, dan rukun berdampingan.


Ketiga, Indonesia merupakan anugerah yang diberikan Tuhan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Indonesia adalah berkat dan rahmat Tuhan yang harus terus dijaga dan dipertahankan sebagai bentuk tanggungjawab umat manusia terhadap amanat yang diberikan Tuhan. Dan merusak negara ini merupakan bentuk merusak amanat yang diberikannya.


Semoga kita tidak melupakan sejarah bangsa ini. Memahami sejarah bangsa itu bukan sekedar mengetahui sejarah, tetapi pengetahuan itu hadir dalam wujud semangat nasiolisme yang terus hidup dalam kehidupan berbangsa. Indonesia begitu dekat, karena ia bagian dari kita dan karena kita adalah Indonesia. Bukan malah memperjuangkan khilafah dan lupa sejarah bangsanya

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…