Kolom

Peran Pemuda dalam Merawat Keberagaman

3 Mins read
Peran Pemuda dalam Merawat Keberagaman smmnk

Sumpah Pemuda.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut dilakukan antar pemuda di seluruh Nusantara pada sembilan puluh dua tahun lalu, tepatnya 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda dideklarasikan saat bersamaan berakhirnya Kongres Pemuda II. Kemudian pada hari ini, 28 Oktober 2020, kita bersama-sama memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun.

Pemuda saat itu diharapkan untuk mewujudkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemudi Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia, serta memperteguh persatuan dan kesatuan Indonesia. Maksud dari harapan itu yakni, karena pemuda adalah masa depan dan harapan bangsa yang menjadi pemegang arah bangsa serta sebagai pewaris peradaban bangsa.

Sudah berselang sembilan puluh dua tahun, tetapi semangat, cita-cita, dan tekad pemuda saat ini tetap berapi-api, walaupun masih ada segelintir pemuda yang tidak mau tahu-menahu tentang perjuangan pemuda masa lalu. Dan masih ada beberapa pemuda saat ini yang tidak mencerminkan, sebagaimana kewajiban seorang pemuda.

Di sisi lain, Presiden pertama kita, Bung Karno pernah menggelorakan semangat jiwa anak bangsa, yang mengatakan, “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Perkataan itu pun sampai saat ini menggetarkan semangat jiwa para anak bangsa untuk dijadikan doktrin dalam mengembangkan cita-cita negeri, yakni untuk merawat keberagaman.

Maksud dari kalimat itu, yaitu jumlah besar saja tidak cukup, jika bangsa ini mau maju dan diperhitungkan dunia. Bung Karno hanya membutuhkan 10 pemuda saja, karena dalam jiwa pemuda masih tersimpan kekuatan yang baru. Dan bangsa ini juga membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki visi dan misi serta keinginan besar untuk menatap masa depan dunia kedepannya, sehingga dapat berperan dalam kemajuan bangsa.

Di sini, pemuda mempunyai tantangan sekaligus peran dalam menjaga keberagaman negeri ini. Lalu dengan cara apa pemuda berperan untuk negeri? Pertama, sekarang dunia khususnya negeri ini sedang ditimpa musibah pandemi yang pastinya akan menimbulkan kesenjangan sosial. Sekarang peran pemuda sangat diperlukan untuk membendung itu semua, karena dalam kesenjangan sosial nantinya dapat menimbulkan masalah keadilan.

Presiden ke tujuh RI, Joko Widodo berpesan melalui akun twitternya, “Ikrar para pemuda dari seluruh Nusantara di tahun 1928 itu masih bergema hari ini. Semangat, tekad, dan cita-cita pemuda Indonesia tetap menyala-nyala. Mari, bersatu melewati masa-masa sulit pandemi ini, bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju. Dari pesan itu, Presiden Jokowi menyemangati kita untuk bersama-sama melewati musibah yang dialami kita semua. Dan pemuda harus terus semangat menatap cita-cita bangsa, serta harus bangkit dalam memajukan negeri ini.

Kedua, dalam teks Sumpah Pemuda kalimat pertama menyebutkan, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia. Maksudnya adalah pemuda-pemudi diharapkan untuk berjuang. Dulu berjuang untuk kemerdekaan, hingga titik darah penghabisan. Namun, sekarang diharapkan untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan dan keharmonisan bangsa dari segala bentuk kejahatan radikalisme dan intoleransi.

Ketiga, dalam kalimat kedua berbunyi, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Artinya, diharapkan untuk semua pemuda-pemudi Indonesia agar mengakui keanekaragaman yang telah diwarisi oleh nenek moyang kita. Dan turut serta menyebarkan nilai-nilai toleransi, soladaritas, kesetaraan, dan keadilan keseluruh penjuru Tanah Air. Menjunjung tinggi nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta memanifestasikan ke dalam kehidupan bermasyarakat, itu juga adalah bentuk dari merawat keberagaman.

Keempat, kalimat ketiga bertuliskan, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Maknanya, pemuda-pemudi Indonesia harus bersatu demi mewujudkan satu-kesatuan bahasa. Dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Dengan demikian, pemuda di sini harus menjadi agent of change, dengan maksud membawa perubahan baik terhadap bangsa. Dan pemuda harus menjadi perekat keberagaman dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang harus diaktualisasikan secara nyata demi terjaga dan tegaknya negara yang damai.

Negeri ini dikodratkan mempunyai kemajemukan yang melimpah, dan sampai saat ini kemajemukan itu tetap bertahan, karena masyarakat Indonesia menjaganya dengan baik. Keaneka ragaman itu menjadi kesatuan yang tidak dimiliki negara lain. Maka demikian, negeri ini menjadi negeri yang istimewa berkat awetnya bermacam-macam perbedaan, sebab masyarakatnya yang masih menjaga toleransi dan menghargai perbedaan.

Dengan demikian, pemuda diwajibkan mengemban tugas untuk merawat keberagaman yang tumbuh di negeri ini. Pemuda harus bersatu dalam bingkai NKRI, karena persatuan dan kesatuan dapat mewujudkan keinginan bersama. Di sini, pemuda dan pemudi diharapkan untuk menjaga kerukunan masyarakat. Di hari Sumpah Pemuda ini, marilah kita semua pemuda-pemudi Nusantara untuk berperan dalam persatuan Indonesia. Maka pemuda saat ini diharapkan bangsa agar berperan bukan baperan.

Related posts
Kolom

Demokrat Sudah Menjadi Partai Dinasti Bukan Demokrasi

Peralihan kekuasaan, posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) dari orang tua ke anak, menjadikan organisasi tersebut dicap sebagai partai dinasti. Pada umumnya di negeri ini, partai-partai menganut sistem demokrasi. Namun, apa yang dilakukan PD telah melukai sistem demokrasi partai. Awalnya hal itu terjadi, karena dipilihnya secara aklamasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kongres ke-V PD tanggal 15 Maret 2020. Maka itu, terlihat sekali bahwa PD sudah menjadi partai dinasti, bukan lagi demokrasi.
KolomNasihat

Diskursif Agama dan Negara Kontemporer

Gelombang populisme Islam menguat sejak kran reformasi dibuka. Berbagai arus aliran Islam transnasional masuk dan menginfiltrasi kaum Muslim Indonesia. Negara penganut Islam…
BeritaKolom

Zuhairi Misrawi, Jubir Arab Saudi

Tersebar berita, bahwa Kiai Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab…