Dunia IslamKolomNasihat

Ramadhan Bulan Kasih Sayang

2 Mins read
Ramadhan Bulan Kasih Sayang green ramadan kareem eid mubarak arabic calligraphy greeting card 11554 722

Umat Islam tengah memasuki bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah. Tahun ini, pandemi virus korona masih mengiringi Ramadhan kita. Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 juga memengaruhi emosi, sikap, dan budaya keseharian seseorang. Namun, semangat tradisi Ramadhan selama berabad-abad akan tetap sama bagi kebanyakan Muslim. Yakni, sebagai bulan limpahan Kasih sayang Tuhan kepada hambanya, yang dirayakan hambanya dengan mengasihi sesama manusia.

Bulan Ramadhan merupakan bulan peringatan diturunkannya pedoman umat manusia ke bumi, wujud kasih sayang tuhan paling sakral pada umat Manusia. Pada Ramadhan 610 M, malaikat Jibril menampakkan diri kepada Nabi Muhammad SAW dan menurunkan wahyu al-Quran yang pertama.  Pada malam-malam di bulan Ramadhan pula, Allah SWT melimpahkan banyak sekali Fadilah dan berkahnya, serta melipatgandakannya pada suatu malam menjadi lebih baik dari seribu bula. Keutamaan Lailatul Qadar atau malam ketetapan yang sangat mulia seperti pada saat pertama al-Quran turun, terus berulang setiap bulan Ramadhan. 

Sebagai bulan yang penuh rahmat Allah SAW, di bulan Ramadhan Umat Islam dapat menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka karena shalat dan puasanya yang tulus. Nabi SAW bersabda, siapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Muslim). 

Seluruh dosa kita dapat diampuni pada bulan ini, mungkin tidak mudah dibayangkan. Tetapi itulah tuhan kita yang Maha Pengampun al-’Afuw. Menurut hadis lain, selama kita menghindari dosa besar yang membutuhkan pertobatan khusus dan pemulihan hak-hak mereka yang dilanggar, umatnya dapat memperoleh ampunan yang luar biasa ini. Maka dari itu, Muslim dianjurkan untuk memandang bulan ini sebagai kesempatan kembali menjadi fitrah. Yakni, menjadi makhluk tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dengan demikian, mengalirkan juga kualitas pengasih dan penyayang itu di muka bumi. Saling memaafkan dan mengasihi sesama umat manusia.

Tidak heran, tingkat optimisme dan kesejahteraan nampak meningkat selama bulan tersebut. Orang-orang beriman sering kali termotivasi untuk beramal lebih banyak selama Ramadhan. Puasa memang bermanfaat bagi kita dengan meningkatkan keshalehan, pengendalian diri, dan kasih sayang kita kepada orang miskin. Selain itu, Puasa sebulan penuh dimaksudkan untuk menanamkan filosofi dan nilai-nilai puasa dalam diri kita sebagai latihan spiritual yang teratur.

Inilah waktu untuk meningkatkan perbuatan baik, bertobat, dan menghindari dosa. Kita patut memanfaatkan keberkahan bulan ini untuk berbuat baik dan meningkatkan diri secara keseluruhan. Selain sholat, membaca al-Qur’an dan puasa, umat Islam perlu meningkatkan perbuatan baik lainnya, seperti bersedekah, bersilaturahmi, dan membentuk kebiasaan baru berdasarkan Sunnah.

Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas, Nabi adalah yang paling dermawan dari semua orang, dan dia biasanya menjadi lebih murah hati saat bulan Ramadan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam selama bulan Ramadhan untuk menyimak bacaan al-Quran bersama Nabi. Sehingga Rasul Allah itu lebih murah hati daripada angin yang berhembus cepat” (HR.Bukhari no.1803)

Ketika mengomentari hadis ini dalam al-Majmu al-Syarh al-Muhadhdhab (6/42), an-Nawawi menerangkan bahwa, bermurah hati dan melakukan kebaikan sangat dianjurkan selama Ramadhan, khususnya selama sepuluh malam terakhir. Dengan melakukan itu, kita meniru teladan Nabi SAW serta para pendahulu kita. Bulan ini adalah suatu kehormatan dan perbuatan baik yang dilakukan di bulan ini lebih diberkati daripada waktu lainnya.

Dengan demikian, bulan Ramadhan sangat menonjol sebagai bulan yang penuh kasih sayang. Ini adalah bulan di mana al-Quran diturunkan, di mana setan dirantai, dosa diampuni, dan perbuatan baik diberi pahala yang lebih besar. Peningkatan ibadah shalat, pembacaan al-Quran, dan berpuasa di bulan Ramadhan seharusnya memang menyebabkan orang beriman menjadi sangat baik hati dan dipenuhi cinta kasih.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…