Dunia IslamKolom

Muslim Kok Jadi Penyebar Hoaks

1 Mins read
hoax Muslim Kok Jadi Penyebar Hoaks Muslim Kok Jadi Penyebar Hoaks warning 4391256 640
Stop Berita Bohong
  • Maraknya penyebaran hoaks atau kabar bohong di media sosial semakin megkhawatirkan negeri ini.

Menurut data Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informasi) menyebutkan, bahwa ada sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar hoaks. Sepanjang Agustus 2018 sampai Februari 2019, 771 hoaks telah diidentifikasi. 50 diantaranya, isu hoaks tentang agama.

Arti hoaks dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu “berita bohong”. Al-Quran menyebutkan kata hoaks tertera di dalam surat al-Ahqaf ayat 28:

بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ وَذَلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Bahkan, sesembahan-sesembahan mereka telah lenyap dari mereka. Itulah kebohongan mereka dan apa yang dahulu mereka ada-adakan (QS. Al-Ahqaf: 28).

Penyebaran hoaks sangatlah tidak dibenarkan. Indonesia dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. Jangan sampai kita sebagai Muslim menyebarkan hoaks, karena sangat menyalahi al-Quran dan Sunnah. Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah termakan isu hoaks.

Alkisah, ketika pulang setelah peperangan Bani Musthaliq, pada tahun 5 Hijriyah. Siti Aisyah tertinggal dari rombongan. Ketika pulang diantarkan oleh sahabat Shafwan bin Mu’tal, berjumpalah Siti Aisyah dan Shafwan dengan rombongan lain. Kejadian ini, langsung diisukan sebagai perselingkuhan.

Menurut Badruddin al-’Ayni pengarang kitab ‘Umdatul Qari, Syarah Shahih al-Bukhari, yang menyebarkan hoaks itu adalah Abdullah bin Ubay bin Salul. Isu hoaks ini membuat Nabi mendiamkan Siti Aisyah. Dan membuat Siti Aisyah sedih yang sangat dalam. Bahkan isu perceraian pun menjadi beberapa solusi yang ditawarkan sahabat kepada Nabi.

Melihat peristiwa di atas, sekelas Nabi pun bisa termakan isu hoaks apalagi kita. Saat Pilpres 2019, Presiden Jokowi ditimpa isu hoaks sebagai PKI (Partai Komunis Indonesia). Padahal PKI sudah dibubarkan sejak tahun 1966. Artinya PKI sudah hilang 54 tahun lamanya. Sekarang isu-isu hoaks tentang PKI bermunculan kembali. Lucunya orang-orang yang berteriak tentang PKI dan membakar bendera PKI. Mereka itu bisa mendapatkan bendera PKI dari mana? Jika memang PKI itu memang betul-betul ada, hendaknya langsung saja dilaporkan, lalu diproses sesuai hukum yang berlaku. Jelas isu lahirnya PKI adalah sebuah hoaks yang terorganisir.

Penyebaran isu-isu hoaks kian lama kian merajalela di media sosial dan dampaknya pun luar biasa. Dede Budiarto seorang mantan penyebar hoaks berujar, “Efek dari menyebarkan hoaks atau berita palsu itu sangat mengerikan”.

Oleh karena itu, seorang Muslim perlu memperhatikan sebuah hadis Nabi, “Janganlah kalian saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi (tidak mau menyapa), dan janganlah sebagian dari kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. Maknanya, seorang Muslim tak pantas menyebarluaskan hoaks, karena Islam melarang kita menyebarluaskan hoaks.

Related posts
Kolom

Demokrat Sudah Menjadi Partai Dinasti Bukan Demokrasi

Peralihan kekuasaan, posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) dari orang tua ke anak, menjadikan organisasi tersebut dicap sebagai partai dinasti. Pada umumnya di negeri ini, partai-partai menganut sistem demokrasi. Namun, apa yang dilakukan PD telah melukai sistem demokrasi partai. Awalnya hal itu terjadi, karena dipilihnya secara aklamasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kongres ke-V PD tanggal 15 Maret 2020. Maka itu, terlihat sekali bahwa PD sudah menjadi partai dinasti, bukan lagi demokrasi.
KolomNasihat

Diskursif Agama dan Negara Kontemporer

Gelombang populisme Islam menguat sejak kran reformasi dibuka. Berbagai arus aliran Islam transnasional masuk dan menginfiltrasi kaum Muslim Indonesia. Negara penganut Islam…
BeritaKolom

Zuhairi Misrawi, Jubir Arab Saudi

Tersebar berita, bahwa Kiai Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab…

×
Dunia Islam

Islam Rahmatin lil ’Alamin Bukan Islam ala Kadrun