Dunia IslamKolomNasihat

Pahala Orang yang Menyiapkan Makanan Sahur dan Buka Puasa

2 Mins read
Pahala Orang yang Menyiapkan Makanan Sahur dan Buka Puasa gg

Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana kaum Muslimin berlomba-lomba melakukan kebaikan. Salah satu kebaikan yang dimaksud adalah menolong satu sama lain. Sementara tradisi masyarakat Tanah Air dalam hal tolong menolong selama bulan Ramadhan adalah membantu menyiapkan makanan sahur dan makanan buka puasa. Lantas, apakah orang yang menyiapkan makanan sahur dan berbuka orang puasa akan mendapatkan ganjaran sebagaimana orang yang memberikan makanan berbuka?

Secara khusus tidak ada satu hadis yang menjelaskan tentang pahala orang yang menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Namun, terdapat hadis tentang pahala atau ganjaran orang yang membantu atau menjadikan mudah urusan orang lain. Sebagaimana tertuang dalam hadis shahih berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan urusan orang lain, pasti Allah menjadikan mudah urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut suka menolong saudaranya [HR Muslim ibn Hajjaj].

Hadis ini secara umum mengajarkan kepada masyarakat Muslim untuk menolong atau memudahkan urusan orang lain. Tidak berhenti di situ, orang-orang yang memudahkan urusan orang lain selanjutkan akan dimudahkan pula urusannya oleh Allah. Baik di dunia, maupun di akhirat.

Sedangkan menyiapkan makanan sahur dan berbuka untuk kaum Muslimin yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan termasuk ke dalam memudahkan urusan di atas. Sebab dengan cara menyiapkan makanan, baik itu memasak, maupun membelinya, ia telah memudahkan urusan orang yang berpuasa. Dengan begitu, orang yang hendak makan tidak perlu repot-repot menyiapkannya.

Karenanya, menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa juga termasuk ke dalam bentuk kebaikan. Karenanya, membantu menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa membuahkan pahala. Inilah ladang kebaikan yang sejatinya dapat dilakukan orang-orang yang diharamkan berpuasa, seperti wanita haid dan nifas. Atau orang yang tidak berpuasa karena udzur syar’i, seperti musafir atau ibu menyusui.

Tidak hanya orang-orang tersebut, orang yang tengah berpuasa sekalipun dapat meraih pahala kebaikan membantu menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa. Dengan begitu, perkara orang yang membantu urusan orang lain, kemudian akan dimudahkan pula urusannya oleh Allah di dunia dan akhirat.

Diceritakan pula dalam sebuah hadis, bahwa Rasulullah suatu hari ditanya oleh sahabatnya, “wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab:

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang ain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi hutang orang lain yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan mereka yang tengah kelaparan, dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada melakukan I’tikaf di masjidku ini selama satu bulan [HR Thabrani].

Hadis ini menjelaskan, bahwa manusia yang dicintai Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia lain. Untuk itu, menyiapkan makanan bagi orang yang berpuasa juga termasuk ke dalam orang-orang yang memanfaatkan tenaga yang dimilikinya untuk manusia lain atau orang lain.

Dengan demikian, pahala tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang menyisihkan hartanya, membeli makanan atau minuman untuk diberikan kepada orang yang tengah berpuasa di bulam Ramadhan. Melainkan pahala juga diberikan kepada mereka yang mengeluarkan tenaganya untuk membantu menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa di bulan Ramadhan.[]

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…