Kolom

Aldi Taher Harus Mesantren

2 Mins read
Aldi Taher Harus Mesantren qlrhprd0zhlq9dt5hmi0

Fenomena artis hijrah telah merambak ke berbagai kalangan selebritis. Salah satunya seperti Aldi Taher, seorang aktor yang mengalami perubahan sikap, yang mengherankan publik. Bermula dari dirinya yang mengaku sebagai seorang ustadz, bahkan sampai mengeluarkan fatwa pansos itu tidak haram. Tak sampai di situ, usai mengaku sebagai ulama, dia kerap kali mengkritik dan menyudutkan selebriti lain. Alhasil, karena ulah Aldi Taher sendiri, sejumlah artis pun berseteru dengannya. Maka itu, Aldi Taher harus mesantren terlebih dahulu untuk memperbaiki adab dan akhlaknya.

Perselisihan antara Aldi Taher dan sejumlah artis lain sempat viral di media, salah satunya dengan Deddy Corbuzier. Sebelumnya, dia menyindir Deddy Corbuzier, karena sempat membuat konten dengan Dinar Candy yang dianggap negatif. Dia menyindir Deddy Corbuzier tidak hanya sekali saja, tetapi beberapa postingan di akun Instagramnya, dia kerap kali menyebutkan Deddy Corbuzier dan Dinar Candy. Nampaknya tidak puas, jika tidak menyebut artis lain dalam postingannya.

Di samping itu, Aldi Taher sering sekali memamerkan kegiatan ibadahnya. Alangkah baiknya, jika beribadah hanya diri sendiri dan Allah saja yang tahu. Saat melaksanakan ibadah, seharusnya menjaga agar tidak diketahui banyak orang. Sebab, dikhawatirkan bila kerap membagikan momen tersebut di media sosial, akan menimbulkan riya dan bisa mengurangi pahala. Kemudian, untuk beribadah kita harus menggunakan hati, bukan dengan lisan.

Yang lucu dari Aldi Taher tersebut, ketika dia mengakui dirinya sendiri sebagai seorang ustadz.  Menanggapi pengakuan dari Aldi Taher, para netizen tampaknya cukup kesal dengan gelar ustadz yang dituliskan Aldi dalam keterangan video. Di negeri ini, menyandang gelar ustadz bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa tahapan untuk menjadi ustadz, selain harus memiliki ilmu agama, utamanya minimal harus selesai berpendidikan di madrasah atau pesantren nusantara yang berpaham moderat.

Selain itu, untuk menjadi ustadz, kita harus mengedepankan sikap sopan dan santun di hadapan manusia lain. Kemudian, menghindari pencitraan agama, dengan sengaja memamerkan ibadah termasuk membaca al-Quran. Lalu, beragama itu wajib menggunakan hati dan harus arif. Yang terakhir, menjadi ustadz itu perlu menjaga perbuatan, bukannya malah memamerkan kegiatan ibadah yang kita lakukan.

Lalu, mengapa Aldi Taher harus mengemban pendidikan di pesantren terlebih dahulu? Karena pesantren dikenal sebagai tempat bagi mereka yang ingin menimba ilmu agama. Di sana, mereka akan dibina untuk mempersiapkan bekal hidup dengan nilai-nilai agama oleh tenaga pengajar yang memiliki segudang ilmu. Di pondok pesantren kita akan mendalami ilmu agama sedemikian dalam. Apabila di luar, kita hanya diajarkan ilmu agama saja, maka di pesantren kita akan diajarkan dari sub per sub ilmu agama tersebut, seperti ilmu fiqih, aqidah, tauhid, nahwu, dan lainnya. Dengan mempelajari itu semua dari para tenaga pendidik yang notabenenya terjamin akhlak serta ilmunya, maka ilmu agama yang kita raih, dapat membentengi diri dari kerasnya zaman ini.

Dengan demikian, kita sebagai manusia tidak boleh memamerkan segala kegiatan ibadah yang kita lakukan. Kasus Aldi Taher, yang mengakui dirinya sebagai seorang ustadz, dia harus intropeksi diri dulu. Kemudian, jika dia ingin menjadi ustadz, maka diwajibkan untuk menjalankan pendidikan keagamaan di pesantren nusantara terlebih dahulu, agar meraih ilmu-ilmu agama yang rahmatan lil alamin. Karena di pesantren, dia akan dipaksa untuk belajar lebih keras demi meraih ilmu agama Islam. Kemudian, setelah lulus dari pesantren, pastinya dia akan dengan sendirinya menjadi pribadi muslim Indonesia yang taat kepada Allah, berbudi luhur, serta memperjuangkan cita-cita dan kemajuan bangsa ini.

Related posts
Kolom

Vaksinasi Lintas Agama, Memperkuat Persatuan Bangsa

Masjid Istiqlal menjadi tempat untuk melakukan vaksinasi para pemuka agama. Kegiatan tersebut dilaksanakan bukan hanya kepada yang beragama Muslim saja, tetapi untuk semua agama. Aktivitas yang melibatkan tokoh lintas agama ini menjadi salah satu alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pasti, nantinya hal tersebut akan menambah kerukunan warga antar agama. Sebab, para pemuka agama memiliki peran sentral demi meyakinkan masyarakat untuk membuktikan keamanan vaksin, sehingga program vaksinasi dapat berjalan dengan lancar.
Kolom

Indonesia Sehat Tanpa Hoaks

Angka penyebaran berita bohong atau hoaks masih terus tumbuh dengan pesatnya. Hoaks telah banyak menguasai media-media sosial, meracuni akal sehat pikiran manusia…
BeritaKolom

Edukasi Komunikasi Netizen Indonesia

Hasil laporan tahunan Microsoft tengah menampar netizen Indonesia. Pasalnya, netizen Indonesia dinilai paling tidak sopan se-Asia Tenggara oleh Microsoft dalam laporan yang…