Kolom

Maudy Ayunda, Sosok Inspirasi Milenial

3 Mins read
Maudy Ayunda, Sosok Inspirasi Milenial maudy ayunda wisuda

Nama Maudy Ayunda, tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ketika mendengar nama tersebut, pasti yang tergambar yaitu tentang sosok perempuan milenial cerdas, berbakat, dan memiliki segudang prestasi, juga semangat belajar yang tinggi. Maudy Ayunda memiliki nama asli Ayunda Faza Maudya. Selain sukses di dunia entertainment. Ia pun sukses dalam dunia pendidikan. Terbukti di usianya yang masih muda ia telah menyelesaikan S2 di universitas ternama di dunia, dengan dua gelar sekaligus. Pencapaiannya tersebut, tentu sangat menginspirasi para anak muda masa kini.

Kelulusannya di Stanford University, Amerika Serikat, sontak menghebohkan masyarakat Indonesia. Terlihat di hari kelulusannya tersebut, Maudy menjadi trending topik Twitter. Bahkan, di sosial media lainnya pun banyak yang ikut membagikan moment kebahagiaannya tersebut, dengan menunjukkan rasa bangganya kepada sosok Maudy. Sebab, kemampuannya menyelesaikan pendidikan dengan cepat, bahkan mengambil dua jurusan sekaligus, Administrasi Bisnis dan Pendidikan sehingga gelar yang diperolehnya adalah Master of Arts (MA), dan Master of Business Administration (MBA).

Sebelumnya, Maudy Ayunda lulus S1 di Oxford University, Inggris. Di sana Ia mengambil jurusan Filosofi, Politik, dan Ekonomi (P.P.E), dan lulus dengan predikat cum laude dalam waktu tiga tahun. Tidak berhenti disitu, Maudy pernah menjadi pembicara termuda di forum global The Regional Conference Evaluate the Millennium Development Goals and Looks to Creating a Foundation for the Post 2015 di Nusa Dua, Bali. Di sana ia mempresentasikan tentang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di hadapan para pemimpin dunia.

Di bidang entertainment sendiri kita tahu bahwa Maudy memiliki segudang karya. Pasalnya, sejak kecil ia telah terjun dalam dunia akting dan nyanyi. Beberapa penghargaan pun telah ia raih. Seperti Jakarta Film Festival untuk kategori Best Female Leading Role di Film “Untuk Rena” (2006), Maya Awards kategori Best Theme Song untuk lagu “Perahu Kertas” (2012), dan kategori Female Singer of The Year di ajang Indonesian Choice Awards (2014), serta penghargaan lainnya.

Tidak hanya itu, ternyata ia pun jago dalam hal menulis. Buktinya, ia telah menerbitkan tiga buku. Buku pertamanya berjudul “A Forest of Fables” (2005), kemudian “Dear Tomorrow” (2018), dan “Kina Story: Kina Makes a New Friend” (2019). Melihat segudang prestasi yang dimiliki Maudy, tentu membuat mata kita semua terbuka, khususnya para anak muda. Berpikir dan sambil mengingat kembali, kira-kira pencapaian apa saja yang telah dicapai selama ini?

Sembari kita mengevaluasi diri, perlu kita ingat bahwa pencapaian yang telah diraih Maudy tentu bukan tanpa mimpi dan usaha. Sebagaimana kata-kata Maudy yang sangat menginspirasi, “Mimpi ketika diwujudkan menjadi tujuan konkret, maka akan menjadi rencana yang dapat dicapai. Dan kerja keras serta komitmen pada suatu visi akan membuahkan hasil”. Nah, pesannya untuk generasi milenial, bahwa jangan pernah takut bermimpi setinggi langit. Namun, mimpi itu harus dikejar dengan kerja keras, disiplin, komitmen, dan pantang menyerah. Tidak ada yang mustahil di dunia ini bagi orang-orang yang mau berusaha.

Maudy sebagai perempuan muda, ia percaya bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting, yang bisa mengangkat derajat seseorang. Maudy Ayunda menjadi bukti bahwa perempuan harus berani bermimpi, dan bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Perempuan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Tidak boleh lagi ada larangan-larangan yang merugikan, bahkan merendahkan perempuan, seperti “Ngapain sih perempuan sekolah tinggi-tinggi”, “Perempuan itu tidak boleh punya karir atau prestasi bagus”, perempuan itu harusnya gini, jangan kaya gitu, dan sebagainya.

Mengapa perempuan harus pintar? Sebab, ibu lebih berperan penting dalam menentukan kecerdasan anak. Sebagaimana penelitian ahli dari University of Washington, wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X.  Wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Artinya, wanita dua kali berpeluang mewariskan kecerdasan pada anak ketimbang pria. Selain menurunkan gen kecerdasan kepada anak, ibu pun menjadi madrasah pertama bagi anak.

Dalam akun Youtube narasi yang di pandu oleh najwa shihab, Maudy menceritakan apa saja yang ibunya ajarkan semasa ia kecil. Ternyata, ibunya memang sangat berperan dalam membangun pola pikir kritis anak atau menanamkan rasa ingin tahu, dan rasa kepedulian. Bukan hanya itu, sejak kecil Maudy sudah diajarkan kemampuan problem solving oleh sang ibu. Tidak melupakan peran ayah. Yang mana, ayahnya pun telah menanamkan minat baca kepada anak-anaknya sejak kecil.

Hal-hal kecil yang diajarkan dan ditanamkan orang tuanya sejak kecil ini, ternyata sangat berdampak besar. Maudy tumbuh menjadi perempuan hebat yang memiliki mimpi yang sangat tinggi. Karena kegemarannya belajar dan membaca buku, membuat ia sangat mencintai ilmu pengetahun. Namun, ia pun memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Ia menginginkan orang lain dapat merasakan pendidikan yang baik seperti dirinya. Oleh karena itu, ia bercita-cita untuk mendirikan sekolah, dan star up yang bergerak di bidang pendidikan, yaitu edutainment. Sebagaimana yang dikatakan dalam bukunya yang berjudul Dear Tomorrow (2018), “With education you’re given tools to help other people.”

Bagi Maudy, ada lima motivasi yang berhasil mengantarkannya mencapai berbagai prestasi hingga saat ini. Pertama, baginya semua hal patut dijadikan mimpi sekalipun mimpi tersebut terlalu besar dan terdengar mustahil, dan jangan lupa untuk memberikan energi positif kepada mimpi tersebut. Kedua, kita harus bisa membangun rasa percaya diri. Hal pertama yang perlu dilakukan ialah kamu harus nyaman dengan dirimu sendiri dan kamu juga harus bisa menemukan apa yang kamu cintai, dan berprestasilah di bidang itu. Ketiga, bunuh rasa bosan. Keempat, bergabung dengan orang positif. Terakhir, kembangkan terus kemampuan.

Dengan demikian, kesuksesan Maudy Ayunda yang kita lihat hari ini, tidak semata-mata terjadi begitu saja. Namun, itu merupakan hasil proses panjang yang dilaluinya. Bukan hanya pencapaiannya, tapi yang paling penting itu tentang bagaimana kerja keras dalam proses tersebut yang dapat kita jadikan inspirasi. Maka patut dikatakan, bahwa Maudy Ayunda merupakan sosok perempuan bertalenta dan menginspirasi semua milenial Indonesia.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…