Kolom

Milenial Bersatu agar Pandemi Berlalu

3 Mins read
Milenial Bersatu agar Pandemi Berlalu people wearing medical mask 23 2148490780

Pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun melanda Indonesia, kini semakin menjadi perhatian bersama. Angka kasus yang kian meningkat, menguji kesadaran dan rasa kepedulian kita terhadap situasi yang sangat memprihatinkan. Tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga masyarakat, khususnya milenial untuk meredam laju Covid-19 yang kian melonjak.

Agnez Mo merupakan salah satu contoh milenial yang menunjukkan kepeduliannya terhadap Covid-19. Salah satu aksi nyata yang ia perlihatkan adalah dengan membangun klinik khusus vaksin gratis bagi masyarakat umum. Coba kita bayangkan, jika semua milenial bersatu, dari kesadaran dan rasa kepedulian yang sama, yang kemudian diwujudkan melalui aksi nyata. Apa yang akan terjadi?

Hasil Sensus Penduduk 2020 mencatat, mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z yakni kelahiran tahun 1997-2012, dan Generasi Milenial yang dikategorikan lahir pada tahun 1981-1996. Proporsi Gen Z sebanyak 27,94% dari total 270,2 juta populasi negeri ini, sementara milenial sebanyak 25,87% dari total populasi. Melihat dari jumlahnya yang mendominasi, milenial tentu memiliki peran besar dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

Melihat data terakhir, pada Senin (21/6/2021), total kasus positif Covid-19, telah menembus angka 2.004.445. Tercatat hari ini, pertambahan kasus positif sebanyak 14.536. Angka-angka ini tentu menunjukkan kegentingan. Hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda, bukannya mereda, kini malah semakin nyata dan menggila. Suara sirine ambulance silih berganti terdengar jelas, dari pagi, siang, sore, sampai malam, menandakan pasien Covid-19 terus bertambah. Situasi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tetapi nyata adanya.

Dalam kondisi seperti ini, seharusnya tidak ada lagi yang menganggap remeh, bahkan menganggap bahwa Covid-19 itu tidak ada. Sebab, hal itu hanya akan memperhambat proses penanganan pandemi. Bagaimana tidak? Seseorang yang tidak percaya virus ini ada, tentu tidak akan memperdulikan protokol kesehatan. Acuh terhadap kesehatan diri sendiri, apalagi orang lain. Dengan jumlahnya yang besar tadi, tentu sangat dibutuhkan peran penting dari milenial. Hal ini tentu harus dilakukan dengan berbagai cara dan upaya. 

Yang paling penting, milenial harus meningkatkan kesadaran akan bahaya Covid-19. Kesadaran yang kemudian direalisasikan dalam aksi nyata. Jika kita belum bisa melakukan hal besar seperti yang dilakukan Agnez Mo, kita dapat melakukannya dari hal kecil, seperti ikut serta menghindari budaya nongkrong di tempat keramaian, menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik ketika bertemu teman, menggunakan masker ketika berpergian keluar rumah, mencuci tangan jika habis bepergian, dan menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Peran generasi milenial menjadi bagian penting dalam proses edukasi dan sosialisasi ke masyarakat karena memiliki kemampuan adaptif dan kreativitas yang tinggi, sehingga dapat mengambil peran penting di tengah pandemi, terutama dalam penerapan protokol kesehatan. Mungkin aktivitas seperti di atas terlihat sepele, tetapi ini dapat berdampak besar dalam menjaga diri sendiri untuk orang-orang di sekitar.

Kegiatan tersebut dapat memberikan pengaruh yang lebih besar lagi, jika disebarluaskan ke masyarakat melalui media sosial. Terlihat dari banyaknya milenial saat ini yang memiliki berbagai macam platform media sosial, dan berprofesi sebagai selebgram atau influencer yang dapat dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat lainnya agar mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, masih banyaknya orang-orang yang tidak mempercayai vaksin karena hoaks yang terus bertebaran di medsos, hanya menambah ketakutan di masyarakat. Hal ini menjadi tugas penting milenial untuk menyadarkan bahwa vaksinasi tidak menakutkan seperti apa yang mereka bayangkan. Sebelum menyadarkan masyarakat, milenial pun harus membuktikan bahwa vaksin itu tidak berbahaya, dengan mengikuti proses vaksinasi. Hal ini penting. Sebab, vaksinasi diyakini menjadi salah satu cara untuk bisa menghentikan wabah pandemi sehingga pemulihan nasional bisa terwujud. Oleh karena itu, milenial harus menjaga kesehatan dengan kesadaran kesehatan publik di atas kesehatan individu dan kelompok.

Kemudian, kontribusi milenial sesuai dengan bidang keilmuannya. Milenial saat ini sangat dinamis dan memiliki berbagai macam bidang keilmuan yang sangat luas, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi antara satu dengan yang lainnya untuk menghasilkan sebuah inovasi sebagai solusi. Misalnya, mahasiswa kesehatan membuat hand sanitizer dengan bahan-bahan yang mudah didapat, yang kemudian bisa dibagikan secara gratis ke masyarakat, atau dijual dengan harga murah. Lebih bagus lagi, apabila mereka membuat tutorial pembuatannya agar dapat dipraktekan langsung oleh masyarakat di rumah. Selain itu, milenial yang memiliki berbagai keahlian, dapat dibagikan ke medsos untuk menambah kreativitas yang menonton. 

Sebab, milenial juga harus siap mengelola tantangan hidup kedepan dengan mampu berkarya kreatif dan inovatif, sehingga memunculkan peluang bisnis dan usaha yang baru agar dapat menjadi milenial yang produktif. Melihat banyaknya para karyawan yang terkena PHK di masa pandemi ini, milenial harus mampu membuat peluang usaha yang menjadi peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Dengan kemajuan teknologi informasi, milenial tentu jauh lebih mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya.

Maka dari itu, milenial harus siap menjadi tonggak harapan hidup suatu bangsa secara ilmu dan pengetahun. Dengan kata lain, seorang milenial harus terus belajar, dengan teknologi dan informasi yang ada diharapkan mampu menjadi milenial yang berilmu dan cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, seperti melawan pandemi yang tengah melanda. 

Dengan demikian, yang dibutuhkan kita saat ini yaitu kesadaran dari diri sendiri, khususnya milenial atau para anak muda. Kesadaran bahwa budaya nongkrong saat ini bukan suatu hal yang keren. Milenial harus berpikir kritis dan maju kedepan. Jika semua milenial sadar, dan dapat menyadarkan orang-orang di sekitar, tentu akan jauh lebih mudah dalam penanganan dan memutus rantai penyebaran. Mari, saling menjaga dan menyadarkan, dengan milenial bersatu, kita berharap pandemi cepat berlalu.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…