Dunia IslamKolom

Fatimah Al-Fihri Muslimah Pendiri Universitas Pertama

2 Mins read
Fatimah Al-Fihri Muslimah Pendiri Universitas Pertama Fatimah Al Fihri3

Masih tak banyak di antara kita yang asing mendengar nama Fatimah al-Fihri, seorang Muslimah yang berjasa besar sebagai pendiri universitas tertua di dunia. Kepeduliannya terhadap keilmuan, memotivasi Fatimah al-Fihri untuk mendedikasikan warisan kekayaan ayahnya untuk membangun masjid sebagai tempat ibadah, wahana pendidikan, dan kepentingan umat.

Universitas al-Qarawiyyin merupakan universitas tertua di dunia yang didirikan  Fatimah al-Fihri pada abad ke-9 (859 M), berlokasi di Fez Maroko. Sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW masjid memiliki multifungsi untuk keperluan banyak umat termasuk aktivitas pendidikan, yakni tempat untuk belajar dan dan mendalami ilmu pengetahuan. Demikian juga terjadi dengan masjid al-Qarawiyyin yang bertransformasi menjadi pusat pendidikan dan tempat berkumpulnya ide mahasiswa untuk memerdekakan Maroko dari penjajah.

Sebenarnya, dalam catatan sejarah ada beberapa universitas yang lebih dulu berdiri daripada al-Qarawiyyin. Namun, jejak universitas tersebut tenggelam dan sudah lama berhenti beroperasi. Itu sebabnya, UNESCO menetapkan universitas al-Qarawiyyin sebagai universitas tertua di dunia yang masih bertahan dan eksistensinya tetap terjaga hingga kini.

Fatimah al-Fihri lahir di Tunisia pada tahun 800 M. Ia putri dari Abdullah Muhammad al-Fihri, seorang saudagar kaya raya yang hijrah dari Tunisia ke Fez dan memiliki saudara bernama Maryam al-Fihri yang juga mendirikan masjid bernama al-Andalus. Kedua bersaudara ini beruntung, karena mereka tinggal dalam lingkungan yang mencintai ilmu. Jadi, wajar mereka dengan senang hati mendermakan seluruh warisan harta sang ayah untuk pembangunan masjid, termasuk keperluan ilmu.

Berdirinya masjid al-Qawariyyin menjadi sejarah penting bagi umat Islam dan pendidikan di dunia. Pada masa itu, berdiri sebuah kerajaan idrisiyyah di mana raja yang memimpin memberi kebebasan kepada masyarakat asli mapun pendatang untuk bersama-sama mengelola kerajaan idrisiyyah bersama-sama. Berdasarkan hal ini, Fatimah al-Fihri mendirikan masjid tersebut, terkait pemberian nama al-Qarawiyyin tidak terlepas dari tempat asal tinggalnya di daerah Qairawan di Tunisia.

Meski Maroko dalam genggaman penjajah kolonial Prancis, di masa ini kerajaan tetap merawat dan membina masjid al-Qarawiyyin sebagai pusat spiritual kerajaan. Tampil sebagai wadah perjuangan mahasiswa, masjid al-Qarawiyyin dinilai tempat yang paling aman sebagai basis penyebaran ide nasionalisme dan tempat berkarya kala kerajaan mendapat gencatan dari para penjajah. Sampai pada terusirnya para penjajah, masjid al-Qarawiyyin dinobatkan sebagai universitas resmi di Maroko.

Selanjutnya universitas tersebut kemudian menjadi kiblat pendidikan modern, karena memfasilitasi jurusan atau fakultas yang tidak hanya bidang keagamaan saja. Berkat dinasti berturut-turut yang mengendalikan atau memimpin kota Fez, lahan al-Qarawiyyin terus diperluas hingga mampu menampung dengan kapasitas 22.000 jemaah dan menjadi masjid terbesar di Afrika lanjut bertransformasi sebagai pendidikan modern.

Adapun alumni yang berpengaruh di dunia yang pernah menempuh pendidikan di universitas al-Qarawiyyin ialah seorang ilmuwan besar yang bukan kaleng-kaleng, seperti Ibnu Khaldun, Ibnu ‘Arabi, Ibnu Rusyd, Ibnu Wazzan, Gerbert atau yang kerap disebut Paus Sylvester II yang memperkenalkan angka Arab dan angka nol ke seluruh Eropa dan ilmuwan besar lainnya, lembaga pendidikan ini menampung mahasiswa, baik yang Muslim maupun non-Muslim.

Konon, perpustakaan al-Qarawiyyin juga menyimpan lebih dari 4.000 buku yang terlacak sedari abad 9. Koleksi yang bisa ditemukan di perpustakaan tersebut seperti, kitab Muwatta Malik dan hadis-hadis yang dihimpun Imam Malik. Kemudian buku karya Ibnu Khaldun dan beberapa kitab Ibnu Rusyd salinan aslinya dapat ditemukan di perpustakaan ini. Fatimah al-Fihri merupakan sosok wanita Muslimah inspiratif yang mestinya perlu diperkenal luas namanya oleh umat Islam.

Kiranya kecintaan Fatimah al-Fihri beserta keluarga kepada ilmu sungguh nyata dan berkah, hingga arsitektur bangunannya masih berdiri kokoh, terawat, dan fungsi bangunan terus beroperasi berjalan sebagaimana mestinya, bahkan lebih berkembang. Meski usianya sudah 11 abad atau 1 milenium lebih, universitas ini konsisten memberi manfaat bagi pemburu ilmu yang kini mahasiswanya berasal dari berbagai pelosok negeri.

Catatan penting yang tak boleh dilupakan mengenai universitas pertama di dunia ini, bahwa universitas al-Qarawiyyin yang ada di Fez bukan bagian dari sejarah politik, melainkan sejarah dari keluarga kaya raya sekaligus dermawan. Nuansa kultural, kecintaan terhadap agama, ilmu pengetahuan, dan negeri lebih dominan ketimbang kekuasaan. 

Related posts
BeritaDunia IslamKolom

Zuhairi Misrawi akan Harumkan Indonesia di Arab Saudi dan Timur-Tengah

Pengamat Timur Tengah, merupakan identitas pertama yang saya kenal dari seorang Zuhairi Misrawi atau yang kerap disapa Gus Mis. Persisnya, perjumpaan awal…
BeritaKolomNasihatNgopi

Tepat Sekali, Presiden Jokowi Pilih Zuhairi Misrawi Jadi Dubes RI Untuk Arab Saudi

Zuhairi Misrawi atau yang akrab dipanggil Gus Mis, dikabarkan dalam waktu dekat, akan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Hal ini diketahui, karena sejumlah daftar nama calon Dubes tersebar di media-media. Selain itu, beredar kabar, bahwa Pimpinan DPR RI sudah mengkonfirmasi telah menerima Surat Presiden (Surpres) yang berisi nama-nama calon Dubes RI. Menurut saya, Presiden Jokowi sangat tepat memilih Gus Mis sebagai Duta Besar Arab Saudi.
BeritaDunia Islam

Zuhairi Misrawi dari NU untuk Arab Saudi

Intelektual muda NU, Zuhairi Misrawi dikabarkan akan dilantik menjadi Duta Besar Arab Saudi. Ini kabar baik bagi kita semua. Mengingat konsistensi Zuhairi…