BeritaKolomNasihatNgopi

Tepat Sekali, Presiden Jokowi Pilih Zuhairi Misrawi Jadi Dubes RI Untuk Arab Saudi

3 Mins read
Tepat Sekali, Presiden Jokowi Pilih Zuhairi Misrawi Jadi Dubes RI Untuk Arab Saudi ed44e5e0 42dd 4f78 b3c8 6814d441bd92

Zuhairi Misrawi atau yang akrab dipanggil Gus Mis, dikabarkan dalam waktu dekat, akan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Hal ini diketahui, karena sejumlah daftar nama calon Dubes tersebar di media-media. Selain itu, beredar kabar, bahwa Pimpinan DPR RI sudah mengkonfirmasi telah menerima Surat Presiden (Surpres) yang berisi nama-nama calon Dubes RI. Menurut saya, Presiden Jokowi sangat tepat memilih Gus Mis sebagai Duta Besar Arab Saudi.

Gus Mis lahir pada 5 Februari 1977, di ujung timur pulau garam, Sumenep, Madura, melalui keluarga yang sederhana. Meski terlahir dari keluarga yang sederhana, tak menyurutkan semangatnya untuk mencari ilmu. Dia seorang yang gemar berkelana untuk menemukan suatu pengetahuan baru. Ia pembelajar, pembaca, dan pencari ilmu. Gus Mis memegang teguh pepatah yang cukup terkenal, yakni carilah ilmu sampai ke negeri Cina. Karena kejeniusan dan keseriusannya dalam mencari ilmu, Gus Mis dijuluki sebagai intelektual muda. Buku-bukunya melimpah dan masuk kategori best seller, buku laris. Ratusan tulisan dan kolom-kolomnya tersebar di semua media nasional, baik cetak maupun daring. Sebab itu, ia dikenal sebagai intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) dan kader PDI Perjuangan. Maka tak salah jika Presiden Jokowi memilihnya sebagai Dubes RI untuk Arab Saudi.

Di samping itu, Gus Mis adalah seseorang yang berprestasi, baik itu dibidang politik maupun akademik. Pengalamannya pun tak bisa diremehkan, setelah lulus sekolah dasar, dia nyantri kurang lebih selama 6 tahun, di Pondok Pesantren TMI Al-Amien, Prenduan, Sumenep, Madura (1990-1995). Lalu, melanjutkan belajarnya di pendidikan tinggi Departemen Akidah-Filsafat, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1995-2000). Ia mendapatkan banyak penghargaan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Ia kerap diundang sebagai narasumber dalam forum-forum internasional, di antaranya: Amerika Serikat, Perancis, Belgia, Amerika Latin, Mesir, Iran, dan Turki.

Maka tak heran, apabila bahasa Arabnya sangat baik sekali. Selain itu, ia juga menguasai bahasa Inggris. Perlu Kita ketahui, Gus Mis memiliki banyak karya, dia aktif menulis dan telah memiliki banyak buku serta artikel. Untuk itu, dia cocok dijuluki sebagai cendekiawan Muslim dari Madura. Di negeri ini, putra dari Madura dikenal sebagai pekerja keras. Orang madura pun ada di mana-mana, mereka tersebar luas sampai ke ujung dunia untuk bekerja keras. Maka itu, jangan kaget, jika Gus Mis sangat gigih sekali dalam bekerja.

Sementara itu, kenapa Presiden Jokowi sangat tepat memilih Gus Mis menjadi Dubes RI untuk Arab Saudi. Pertama, Gus Mis adalah sosok yang kompeten dan berpengalaman dalam konteks global, khususnya kawasan Timur-Tengah. Ia kerap diundang sebagai narasumber di berbagai forum internasional di Timur-Tengah, serta diundang menjadi narasumber di televisi-televisi Timur-Tengah, baik berbahasa Arab maupun berbahasa Inggris.

Kedua, ia dikenal sebagai penulis dan pengamat Timur-Tengah yang handal. Dua karyanya yang paling fenomenal, yaitu Mekkah dan Madinah. Dari kedua buku ini menandakan, bahwa dia sangat memahami Arab Saudi. Dalam buku Mekkah, ia mampu menjelaskan keistimewaan Arab Saudi karena memahami kota Mekkah sebagai kota suci, yang menandakan jejak-jejak penciptaan alam, sejarah Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, hingga Nabi Muhammad SAW. Di dalam buku Madinah ia menuliskan, Madinah menjadi sebuah kota yang menghadirkan visi kuat tentang perdamaian dan toleransi. Islam sebagai rahmatan lil alamin dikukuhkan di kota ini, karena Nabi secara tegas menjadikan Madinah sebagai kota bagi seluruh umat, apa pun latar belakang afiliasi kesukuan dan agama mereka. Dari tulisan tersebut, Gus Mis terlihat sangat mengagumi Arab Saudi, utamanya dua kota suci ini. Itu alasannya, mengapa dia sangat cocok menjadi Dubes RI untuk Arab Saudi.

Ketiga, ia mempunyai pengalaman sebagai aktivis dan organisatoris yang sangat matang. Ia dipercaya sebagai Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Muktamar NU dan Munas Alim Ulama NU. Belum lagi, ia sudah 16 tahun mondok di PDI Perjuangan sebagai Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia, Balitbang, Badiklatpus, dan Bapilu PDI Perjuangan. Ia akan mampu mengemban misi diplomasi untuk memperkuat hubungan Indonesia-Arab Saudi.

Berdasarkan argumen-argumen tersebut, Presiden Jokowi sangat tepat memilih Gus Mis sebagai Dubes Arab Saudi. Pasti, Pak Jokowi tidak sembarangan memilih orang yang akan membantunya. Sebagai intelektual muda NU dan kader setia PDI Perjuangan, saya yakin Gus Mis adalah orang yang tepat dalam menjabat Dubes RI untuk Arab Saudi. Kemampuannya sudah tidak diragukan lagi, Presiden Jokowi memilihnya, karena Gus Mis adalah anak muda yang paham betul tentang Timur- Tengah, khususnya Arab Saudi. Dia paham betul betapa pentingnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Arab Saudi.

Saya yakin, Gus Mis dapat mewujudkan impian rakyat Indonesia untuk mengharumkan merah-putih dan mengenalkan budaya dan tradisi negeri ini di kancah dunia. Melalui segudang pengalamannya, saya percaya dia akan membangun dengan baik hubungan diplomatik Indonesia dan Arab Saudi, sehingga dapat memperteguh, mempererat, dan menjaga hubungan melalui kerjasama yang lebih berkualitas dan berjangka panjang.

Dengan demikian, sangat tepat sekali, Presiden Jokowi memilih Zuhairi Misrawi menjadi Dubes RI untuk Arab Saudi. Negara ini beruntung memiliki anak bangsa yang mempunyai dedikasi tinggi untuk negeri, yakni Zuhairi Misrawi. Tak ada halangan baginya untuk membela negeri. Jabatan Dubes merupakan hak prerogatif Presiden. Sebab itu, kita harus dukung penuh penugasan Presiden Jokowi kepada Zuhairi Misrawi sebagai Dubes RI untuk Arab Saudi dan Organisasi Kerjasama negara-negara Islam (OKI). Gus Zuhairi Misrawi, selamat bertugas dan mengharumkan Indonesia di dunia.

Related posts
KolomNasihat

Cara Berpikir Kritis ala Ibnu Khaldun

Menjadi Muslim, bukan berarti pasif menerima kehendak ilahi, melainkan berada dalam keadaan kritis yang konstan. Berpikir kritis adalah bagian penting dari warisan…
Kolom

Covid-19, Kegentingan yang Semakin Nyata

Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi sejak pandemi karena pertama kalinya menembus angka 20.574 kasus perhari pada Kamis (24/6/2021)….
Dunia IslamKolomNasihat

Demokrasi Pancasila itu Islami

Demokrasi memang telah mengantarkan Dunia Barat mencapai kemajuan menuju kemakmuran bagi rakyatnya. Namun, bagaimanapun demokrasi sebagai sebuah sistem pembangunan negara belum mencapai…