Kolom

Amien Rais Ikutilah Komnas HAM

2 Mins read
Amien Rais Ikutilah Komnas HAM amien rais dan tp3 bertemu presiden jokowi 169

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan tokoh politik Amien Rais dan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) enam laskar FPI. Dalam pertemuan tersebut, Amien Rais meminta untuk menegakkan aturan dengan adil akan tetapi, Amien Rais menganulir rekomendasi dari Komnas HAM.

Kunjungan Amien Rais dan TP3 Laskar FPI ke Istana Merdeka hanya berlangsung 15 menit, dengan membawa agenda yang tak jauh berbeda dan mengabarkan bahwa telah menemukan kejanggalan dalam kasus KM 50, walaupun telah ada rekomendasi dan tim pencari fakta untuk pemerintah dari Komnas HAM. Sayangnya, Amien Rais dan tim TP3 laskar FPI tidak menerima rekomendasi tersebut karena dinilai tidak ada keberpihakan serta independensi dari Komnas HAM.

Amien Rais meminta untuk Presiden Joko Widodo menyelesaikannya dan tidak tebang pilih agar mendapatkan dukungan dari masyarakat, serta akan ada ancaman neraka jahanam bagi kelompok yang menghalang-halangi dalam pengungkapan meninggalnya 6 laskar khusus Front Pembela Islam (FPI). Sebelumnya Komnas HAM telah mengabarkan kepada presiden Jokowi dengan memberikan 4 rekomendasi.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, dari hasil penyelidikan Komnas HAM, enam anggota laskar FPI tewas dalam dua konteks yang berbeda. Pertama, terjadi bentrok di Jalan Internasional Karawang, diduga mencapai Kilometer (KM) 48 Tol Jakarta-Cikampek. Di Jalan ini, diketahui bahwa terjadi saling serang antara FPI dan aparat kepolisian menggunakan senjata api. Dalam bentrokan ini pula, terdapat dua anggota laskar tewas di tempat.

“Terdapat enam orang meninggal dunia dalam dua konteks peristiwa yang berbeda. Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antarmobil dan saling serang antara petugas dan laskar FPI, bahkan dengan menggunakan senjata api,” kata Anam

Konteks lain dalam peristiwa kedua terjadi setelah KM 50 Tol Cikampek. 4 orang laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh polisi dan kemudian ditemukan tewas. Keempat orang yang tewas ini, dikatakan Komisioner Komnas HAM merupakan bentuk pelanggaran HAM, keempat laskar FPI yang tewas setelah KM 50 merupakan peristiwa unlawful killing. Dimana penembakan ini terjadi dalam satu waktu bersamaan dan di tempat yang sama.

Namun, Komisioner Komnas HAM menggaris bawahi bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran HAM biasa dan bukan pelanggaran berat seperti yang didengungkan oleh kelompok FPI dan TP3.  Sebagai petinggi, tentunya pemerintah tidak boleh mengintervensi masalah HAM termasuk permasalahan yang sedang hangat dibicarakan oleh masyarakat, akan tetapi jika pemerintah mengambil tindakan tersebut berdampak kemudian hari jika mengintervensi HAM, terlebih kasus ini belumlah selesai di tahap pengadilan.

Menurut Prof Mahfud MD, selaku Menko Polhukam pemerintah hanya memberikan partisipasi perlindungan hukum bukan untuk mengintervensi proses hukum dan penyelidikan Komnas HAM. Menurut pasal 4 Pengadilan HAM bertugas dan berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Pasal 5 pengadilan HAM berwenang juga memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dilakukan di luar batas teritorial wilayah negara Republik Indonesia oleh warga negara Indonesia. Pasal 6 pengadilan HAM tidak berwenang memeriksa dan memutus perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat yang dilakukan oleh seseorang yang berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun pada saat kejahatan dilakukan.

Dalam pasal 7, mengkategorikan kejahatan tentang hak asasi manusia (HAM) seperti: Pelanggaran hak asasi manusia yang berat meliputi: a. kejahatan genosida; b. kejahatan terhadap kemanusiaan. Akan tetapi penjelasan dalam pelanggaran HAM berat adalah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil.

Hal tersebut, tercantum dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia sesuai dengan bab 2 tentang asas-asas dasar Pasal 2 Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrati melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peringatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan.

Tentunya, tidak ada larangan bagi Amien Rais untuk memberikan masukkan dan membentuk TPGF. Namun, sangat baik apabila mengikuti alur yaitu dengan menggunakan rekomendasi Komnas HAM, apalagi Amien Rais seorang tokoh publik dan pernah memimpin organisasi besar di Indonesia yang sangat mengerti kegunaan Komnas HAM didirikan di Indonesia. 

Related posts
Dunia IslamKolomNasihat

Apakah Orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tidak Wajib Berpuasa?

Islam merupakan agama penuh kebaikan dan rahmat. Hukum Islam selalu sejalan dengan kondisi manusia. Tidak menyusahkan para pemeluknya. Melainkan memudahkan mereka, khususnya…
Kolom

Milenial Bersatu Melawan Terorisme

Aksi bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu lalu di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/03/2021) lalu menandakan paham ekstremisme masih hidup bebas di sekitar kita. Peristiwa kemarin, akan menambah sejarah kelam tragedi mengerikan terorisme di negeri ini. Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa, kaum milenial harus mengambil peran dalam melakukan hal-hal baik. Karena milenial adalah kekuatan negara yang nantinya memegang teguh tongkat estafet kepemimpinan masa depan bangsa yang akan menuju ke peradaban lebih baik. Untuk itu, kaum milenial harus bersatu padu melawan terorisme agar ideologi tersebut tidak hidup bebas.
Kolom

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan suci yang selalu dinantikan umat Islam. Pada waktu ini, Muslim yang mampu, diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bulan suci umat Islam ini menawarkan berlipat-lipat pahala dan pengampunan dosa bagi seluruh Muslim. Seseorang yang beribadah saat Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya, karena Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini tentunya menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam.