Kolom

Dakwah Pancasila Mencegah Radikalisme

3 Mins read
Dakwah Pancasila Mencegah Radikalisme 1574709078

Merebaknya dakwah yang tidak ramah perlu menjadi perhatian bersama. Dalam beberapa kesempatan, penceramah gemar menyampaikan pemahaman yang salah kaprah dan intoleran. Sinisme dakwah yang disampaikan terhadap cara pandang lain pada akhirnya dapat menutup pintu dialog dan melahirkan suasana saling curiga antarumat. Padahal, kunci berdakwah adalah menyampaikan nilai-nilai kebaikan.

Disintegrasi bangsa menjadi satu ancaman nyata yang tidak dapat terelakkan dari isi dakwah yang radikal. Masifnya gelombang pemahaman Islam yang konservatif  dan radikal tidak sinkron dengan minimnya wawasan kebangsaan di setiap sendi-sendi masyarakat kita. Meskipun, berbicara ihwal kebangsaan, berarti berbicara tentang bangsa, negara, dan kita sebagai warganya, di mana masa depan bangsa ada dalam genggaman kita. Karena itu, penting untuk kita ketahui bersama, wawasan kebangsaan melalui dakwah Pancasila.

Sebagai dasar negara, Pancasila telah disepakati oleh para pendiri bangsa untuk menjadi pendoman bernegara dan bermasyarakat. Untuk itu, di tengah tantangan yang semakin dinamis, termasuk ancaman dari berbagai ideologi transnasional lainnya, keterlibatan para ustadz, dai, dan ulama sangat dibutuhkan untuk memberikan dakwah Pancasila di tengah masyarakat.

Meminjam data Lembaga Survei Cyrus Network yang dirilis pada tahun 2019, melaporkan bahwa hasil yang dipaparkan mengenai ideologi dan radikalisme di Indonesia. Dari survey tersebut, sebanyak 4,7% responden menganggap khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam dan sepakat Indonesia menjadi negara khilafah. Di sisi lain, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa 13,1 % responden mengatakan seharusnya Indonesia berlandaskan ajaran syariat Islam.

Data survei Cyrus memperlihatkan mayoritas responden sebanyak 70,3% menerima Pancasila sebagai ideologi sebagai perekat bangsa. Adapun 11,8% responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab. Meski demikian, itu artinya hal ini perlu menjadi perhatian serius sebab data tersebut menunjukkan adanya polarisasi yang terjadi di masyarakat.

Masifnya infiltrasi ideologis yang dilakukan oleh gerakan radikal saat ini, bukan tidak mungkin dikarenakan lemahnya kita dalam mendakwahkan Pancasila. Pancasila hanya dimaknai secara tekstual dalam skala akademis an sich, tanpa sebuah aktualisasi kontekstual yang lebih membumi dan humanis. Pun di samping itu, dalam praktek keagamaan, hanya sedikit adanya seorang ustadz, dai, dan ulama yang secara cerdas membawa tema-tema Pancasila dalam syiarnya.

Dakwah Pancasila merupakan dakwah yang disampaikan sesuai dengan nilai-nilai dan spirit Pancasila. Artinya, dakwah tidak hanya cukup berbekal penampilan yang hanya mampu membangkitkan emosi kolektif umat, tetapi dakwah harus dapat menyampaikan pesan-pesan universal agama, sekaligus mengajak umat untuk memahami ajaran, tradisi, dan sesuai dengan Pancasila.

Kurangnya pengetahuan atas Pancasila inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para kelompok radikal tertentu untuk melakukan narasi atau penyesatan atas tafsir ajaran agama. Sebenarnya, mengajarkan Pancasila sama halnya dengan mengajaran agama Islam. Untuk itu, bacaan atas konsensus kenegaraan bukanlah negara agama, melainkan negara hukum yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Adapun urgensi dakwah Pancasila dalam mencegah radikalisme adalah adanya nilai-niai Pancasila sesuai dengan nilai-nilai agama. Unsur Ketuhanan Yang Maha Esa atau monoteisme  sesuai dengan unsur keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Meskipun Pancasila menolak terhadap model negara agama, atau konsep kesatuan antara “al din wa al daulah” yang dianut oleh ideologi Islamisme. Namun, dalam konteks ini tidak didasarkan pada ajaran agama, apalagi madzhab tertentu saja. Karena itu, negara melalui Pancasila memiliki prasangka baik (husnudzhan) terhadap semua agama.

Adanya unsur keadilan esuai dengan unsur (adl) dan keseimbangan (qisth) dalam ajaran agama yang mengambarkan kita harus memperlakukan manusia secara adil sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Artinya, memperlakukan sesama manusia secara adil tanpa  membeda-bedakan suku, ras, agama dan keturunan.

Selain itu, unsur Persatuan sesuai dengan ajaran agama yaitu persatuan (ukhwah. konsep ukhuwah (persaudaraan) terdapat tiga macam , yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). Ukhuwah basyariyah bisa juga disebut ukhuwah insaniyah. Dari unsur ini digambarkan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus bersatu tidak terpecah belah karena adanya perbedaan dan mampu menempatkan persatuan, kesatuan serta kepentingan pribadi dan golongan.

Dalam hal ini, untuk dapat mendakwahkan Pancasila memang bukanlah tugas yang mudah, karena pada dasarnya harus memastikan, bahwa Pancasila dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Syiar dakwah Pancasila yang dilakukan oleh para ustadz atau ulama juga seharusnya memerhatikan segmen atau kalangan masyarakat yang dituju, misalnya menggunakan pendekatan dengan narasi yang mudah dan kekinian untuk bisa dipahami oleh generasi milenial. Dengan demikian, konten dakwah yang disampaikan dapat diterima dengan baik, tepat dan benar.

Sementara itu, bentuk lain penyadaran dan perlawanan terhadap gerakan radikalisme melalui dakwah Pancasila adalah dengan terus menciptakan narasi-narasi sebagai kontra diskursus atas pemahaman kelompok-kelompok Islam radikal mengenai isu-isu radikalisme yang selama ini dominan dan dianggap benar adanya, yang disuarakan melalui media-media resmi organisasi, lembaga  pendidikan, dan atau berbagai pengajian.

Dengan demikian, pentingnya dakwah Pancasila harus terus dilakukan untuk mencegah paham radikal. Untuk itu para ustadz, dai, dan ulama harus bisa menyakinkan umatnya bahwa Pancasila itu adalah ideologi yang sudah sesuai dengan nilai-nilai agama dengan berbagai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan yang menjadi anugerah bangsa.

Related posts
Dunia IslamKolomNasihat

Puasa dan Spirit Toleransi

Menjelang bulan suci Ramadhan, seringkali teror dan bom bunuh diri terjadi. Terakhir, terjadi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar dan…
KolomNasihat

Sunnah Sahur

Sahur merupakan elemen penting dari puasa. Sahur merupakan waktu yang tepat mempersiapkan asupan yang cukup agar dapat berpuasa sepanjang hari. Namun, tidak…
Kolom

Indahnya Puasa Sambil Bertoleransi

Dalam kehidupan, saling menghargai antar sesama manusia sangat diperlukan, apalagi di saat bulan puasa. Bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk menebar virus toleransi antar manusia. Karena toleransi atau kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan membangun perdamaian. Ketika berpuasa, kita diberi ujian untuk selalu bersabar dalam segala hal. Dengan adanya toleransi, kita dapat memperindah ibadah puasa yang akan kita jalani.