Berita

Rizieq Syihab Bukan Imam Besar Umat Islam Indonesia

2 Mins read
Rizieq Syihab Bukan Imam Besar Umat Islam Indonesia baliho HRS

Sejumlah baliho yang bertuliskan ‘Selamat Datang Imam Besar Umat Islam Indonesia, Dr. al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, M.A. Ayo Revolusi Akhlak’ terpampang di beberapa wilayah di ibukota, khususnya di daerah-daerah dengan basis Front Pembela Islam yang cukup besar. Namun, ada dua hal yang keliru dari pernyataan yang tertulis di baliho tersebut. Salah satunya, Habib Rizieq Syihab bukan Imam Besar umat Islam Indonesia.

Perlu diingat, Habib Rizieq Syihab adalah pemimpin organisasi masyarakat FPI, bukan Imam Besar umat Islam Indonesia. Entah kapan sebetulnya HRS diklaim sebagai Imam Besar, tetapi pastinya, hal tersebut kerap dipengaruhi oleh perannya dalam aksi 212. Dalam peristiwa tersebut, ia menjadi khatib sekaligus imam shalat Jumat bagi jutaan massa.

Pasca aksi 212, popularitas HRS kian melambung tatkala perannya yang cukup sentral dalam peristiwa tersebut. Kini, ia kerap disebut-sebut sebagai aktivis pembela agama, Nabi, dan ulama sebab ceramahnya yang keras dalam menindak aksi yang dianggap menistakan agama. Bahkan, dengan lantang, berani, dan berapi-api, ia kerap mendukung aksi pemenggalan terhadap siapa saja yang menistakan agamanya.

Ironisnya, tindakan kekejian tersebut justru dibenarkan dan diamini para simpatisan dan pengikutnya. Namun, hal tersebut tidak menutup penolakan yang terlihat dari kaum Muslim moderat. Mereka secara masif meramaikan media sosial dengan tagar ‘bukan atas nama Saya’. Yakni, dakwah kebencian dan kekerasan yang digaungkannya adalah bukan atas nama seluruh umat Islam Indonesia. Jika demikian, maka jelas bahwa HRS tidak diterima sebagai Imam Besar umat Islam Indonesia.

Gelar Imam sebetulnya berarti pemimpin yang dapat mencakup ranah ibadah, keilmuan, atau politik. Namun, gelar Imam yang disematkan kepada HRS ini tidak jelas dalam ranah apa, karena tidak satu pun dari ketiga kriteria tersebut dipenuhinya. Namun, jika ia menjadi pemimpin ormas FPI, maka cukup menyebut Imam Besar FPI, tanpa embel-embel umat Islam Indonesia.

Ahmad Nadjib Burhani (2016) mencatat dalam sebuah artikel di Jurnal Ma’arif, bahwa FPI sempat mengirimkan surat bai’at ke berbagai individu dan pesantren. Surat tersebut berisi kesediaan dan janji setia untuk “mengangkat Dr. Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, MA, DPMSS, sebagai Imam Besar umat Islam Indonesia dan berjanji setia atas perintah dan larangannya yang sesuai dengan syari’ah Allah SWT dan Rosul-Nya.”

Apakah Indonesia mengalami krisis Muslim yang berakhlak terpuji sampai-sampai orang seperti HRS dijadikan Imam dan panutan se-Indonesia? Ada apa dengan individu dan pihak pesantren yang dikirimi surat baiat itu? Mengapa dengan mudahnya mengabaikan kemaslahatan bersama dan malah berduyun-duyun melakukan penjemputan HRS pada 10 November lalu di bandara Soekarno-Hatta?

Terus terang, saya tertegun menyaksikan fenomena tersebut. Betapa tidak? Dikiranya, semua habib itu baik, dikiranya, semua keturunan Nabi Muhammad SAW itu berbudi pekerti luhur. Bahkan Nabi SAW sejak ratusan abad lalu kerap memperingatkan umat Islam untuk selalu waspada terhadap perilaku tercela dan tidak memandang orang hanya dari luarnya saja, tetapi akhlak yang tampak darinya. Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa Rasulullah SAW berpesan, hamba yang paling dicintai Allah adalah yang paling baik akhlaknya.

Hal tersebut tak lain dilatarbelakangi oleh fanatisme yang sangat kental. Ironisnya, kini beredar foto dan video tentang penyembahan pengikut HRS terhadap balihonya dengan cara bernyanyi dan berdoa di depannya, tak lain adalah bentuk penyimpangan dalam ajaran Islam. Walaupun Islam mengajarkan doa dengan simbol (al-du’a bi al-rumuz), tetapi mengagungkan baliho sama sekali tidak dibenarkan dan cenderung mengarah kepada kemusyrikan.

Memang, baliho-baliho liar tersebut kini telah diturunkan dan dibersihkan oleh aparat keamanan, termasuk oleh para anggota Tentara Negara Indonesia (TNI), karena terus dinaikkan kembali oleh para simpatisannya setelah Satpol PP dan Polisi berusaha menertibkan. Sialnya, hal tersebut malah dipersoalkan terus-menerus oleh para pengikutnya. Padahal, baliho tersebut jelas-jelas telah melanggar ketentuan (ilegal).

Sekali lagi ditegaskan, bahwa tulisan ‘Imam Besar Umat Islam Indonesia, Dr. al-Habib Muhammad Rizieq Syihab, Lc, M.A’ itu telah mengorupsi kenyataan, karena tidak semua warga Indonesia adalah simpatisan dan pengikut HRS. Tidak semua masyarakat Muslim Indonesia juga mendukung dan setuju dengan ucapan dan perilaku HRS, khususnya yang terekam dan beredar di media sosial. Dengan demikian, Rizieq Syihab itu pemimpin FPI, bukan pemimpin umat Islam Indonesia.[]

Related posts
Berita

Zuhairi Misrawi Akan Lindungi WNI di Arab Saudi

Santer terdengar pada akhir-akhir ini, bahwa KH Zuhairi Misrawi atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Gus Mis, mendapatkan tugas baru dari Presiden Jokowi Dodo, yaitu menjadi Duta Besar (Dubes) di Negara Timur Tengah yaitu Arab Saudi. Tentunya, tugas menjadi wakil negara di kota haramain tersebut tidaklah mudah, memerlukan ekstra kerja keras dan juga perhatian khusus terlebih kepada diaspora Indonesia.
Berita

Dukung Wamenag Jadikan Mapel PAI sebagai Instrumen Moderasi Beragama

Kementerian Agama kini terus menggalakkan penguatan moderasi beragama pada tiap layanan keagamaan, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid…
BeritaKolom

Zuhairi Misrawi, Jubir Arab Saudi

Tersebar berita, bahwa Kiai Zuhairi Misrawi atau yang akrab disapa Gus Mis ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab…