Kolom

Hati-Hati Propaganda FPI

2 Mins read
Hati-Hati Propaganda FPI fpi 720x375 1

Penangkapan terduga teroris oleh tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri semakin gencar. Dalam pembekukan terduga teroris di daerah sekitar Jakarta dan Bekasi beberapa waktu lalu, polisi menemukan barang bukti berupa atribut serta aksesoris yang berhubungan dengan organisasi terlarang Front Pembela Islam (FPI). Selain itu, beredarnya video pengakuan terduga teroris sebagai simpatisan FPI menandakan, bahwa organisasi ini adalah organisasi yang melahirkan individu penyebar teror mematikan. Maka dari itu, setelah penangkapan sejumlah pentolan FPI dan dicapnya FPI sebagai organisasi terlarang, kita harus berhati-hati atas propaganda yang dilakukan simpatisan FPI.

Pengakuan empat terduga teroris yang beranggotakan FPI, telah menyita perhatian publik, lantaran kelompok terlarang tersebut, dikaitkan dengan jaringan serta aksi terorisme mendatang. Tentunya hal ini menguatkan dugaan saya, bahwa FPI adalah organisasi berbahaya yang harus dihalau aksi dan tindakannya. Sebab jika dibiarkan, anggota FPI tersebut akan terus mengganggu keamanan negara dan kedamaian masyarakat. Perlu kita ketahui, pengikut kelompok Islam radikal seperti FPI ini memiliki militansi yang sangat kuat.

Sebelum adanya pelarangan, organisasi ini sering melakukan kesewenang-wenangan sendiri, hingga melakukan kekerasan. Namun, sekarang organisasi ini naik tingkat dan bisa disebut sebagai kelompok terorisme. Sebab, aksinya yang selalu menimbulkan teror nyata terhadap khalayak. Selain itu, saat Muhammad Rizieq Shihab (MRS) ditangkap, nampaknya puncak frustasi simpatisan FPI semakin meningkat. Karena banyak terduga teroris ditangkap yang mengaku sebagai simpatisan FPI. Banyaknya simpatisan FPI yang ditangkap, menandakan tujuan FPI masih ingin merusak negeri.

Dari waktu ke waktu, kebenaran akan terungkap. Satu per satu, pelaku teroris yang berlatar belakang FPI akan tertangkap. Data-data terduga terorisme yang beranggotakan FPI juga sangat banyak di media. Saat belum menjadi organisasi terlarang, FPI telah melakukan beberapa aksi yang merugikan. Ormas yang satu ini tidak segan-segan mengeluarkan perilaku anarkis, jika ada kelompok atau seseorang yang tidak menuruti perintahnya. Tak hanya itu, ormas  satu ini kerap kali menimbulkan masalah antar warga yang merugikan masyarakat.

Dari sini, umat Islam sebaiknya tidak meniru tingkah laku FPI. Karena FPI adalah kelompok teror yang dibalut agama. Mereka memanfaatkan agama untuk berbuat kekerasan. Melalui dalil haram, mereka berbuat seenaknya terhadap kelompok lain. Hanya organisasi ini yang mempersulit agama. Paham yang berbeda dengan ideologi mereka, dicap kafir. Selain itu, banyak sekali catatan hitam yang dilakukan FPI. Salah satu contohnya, ketika para pentolan FPI melaksanakan kegiatan 212. Banyak orang meyakini, bahwa dengan mengatasnamakan Islam kegiatan tersebut ingin meruntuhkan pemerintahan resmi.

Sementara itu, pentolan FPI, MRS pernah menyatakan dukungannya terhadap gerakan kelompok teroris Islamic State Iraq and Syria (ISIS). Hal tersebut sangat miris sekali. Dengan dukungan tersebut, masyarakat telah menganggapnya sebagai seorang teroris. Peristiwa ini pernah diprediksi oleh Gus Dur, Dalam sebuah kesempatan, usai bertemu Duta Besar Amerika Serikat (AS), Ralph Leo Boyce di Kantor PBNU, Senin, 30 September 2002 lalu. Dia mengatakan, bahwa Rizieq Shihab adalah teroris lokal. Perkataan tersebut dilontarkan Gus Dur, karena saat itu FPI kerap kali menimbulkan keresahan dengan cara kekerasan. Saya pula beranggapan, bahwa FPI saat ini juga adalah teroris lokal yang berbahaya.

Dengan demikian, penangkapan terduga teroris yang juga anggota FPI telah menjadi fakta, bahwa radikalisasi FPI tidak pernah berhenti. Mereka akan terus bermetamorfosa demi melancarkan aksinya yang membahayakan negara. Melalui propaganda-propaganda yang dilakukan FPI tersebut, negara dalam bahaya. Maka dari itu, negara tidak boleh diam. Saat ini, negara pula harus fokus terhadap permasalahan bangsa, termasuk masalah intoleransi, ekstremisme, radikalisme, terorisme, dan sejenisnya. Dengan melakukan itu, negara dapat membendung propaganda FPI. Dan bangsa ini akan menjadi negeri yang nyaman dan aman.

Related posts
Dunia IslamKolomNasihat

Apakah Orang yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Tidak Wajib Berpuasa?

Islam merupakan agama penuh kebaikan dan rahmat. Hukum Islam selalu sejalan dengan kondisi manusia. Tidak menyusahkan para pemeluknya. Melainkan memudahkan mereka, khususnya…
Kolom

Milenial Bersatu Melawan Terorisme

Aksi bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu lalu di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/03/2021) lalu menandakan paham ekstremisme masih hidup bebas di sekitar kita. Peristiwa kemarin, akan menambah sejarah kelam tragedi mengerikan terorisme di negeri ini. Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa, kaum milenial harus mengambil peran dalam melakukan hal-hal baik. Karena milenial adalah kekuatan negara yang nantinya memegang teguh tongkat estafet kepemimpinan masa depan bangsa yang akan menuju ke peradaban lebih baik. Untuk itu, kaum milenial harus bersatu padu melawan terorisme agar ideologi tersebut tidak hidup bebas.
Kolom

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan suci yang selalu dinantikan umat Islam. Pada waktu ini, Muslim yang mampu, diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Bulan suci umat Islam ini menawarkan berlipat-lipat pahala dan pengampunan dosa bagi seluruh Muslim. Seseorang yang beribadah saat Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya, karena Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini tentunya menjadi sebuah keharusan bagi umat Islam.